Davit Trauma Setelah Polisi Tangkap Dirinya Terkait Terorisme

Davit Trauma Setelah Polisi Tangkap Dirinya Terkait Terorisme

- detikNews
Kamis, 01 Nov 2012 17:12 WIB
Jakarta - Polisi telah membebaskan Davit Ashary (19), pelajar yang dikaitkan dengan tindakan teroris. Namun, Davit mengaku mengalami trauma akibat pengerebekan dan tudingan. Saat ditangkap dia diborgol petugas kepolisian.

"Yang bikin trauma pas penggerebekan saja, diborgol pas di mobil muka ditutup," kata Davit saat memberikan keterangan pers di Kantor MUI, Jakarta, Kamis (1/11/2012).

Davit mengatakan, selama diperiksa dirinya diperlakukan dengan baik. Selama pemeriksaan polisi mengajukan pertanyaan-pertanyaan pada Davit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Cuma pertanyaan biasa saja, gimana sama Basyir," kata David yang berbaju hitam ini.

Saat ditanya soal Herman, David mengatakan kakaknya yang diringkus polisi itu belum bekerja dan keperibadiannya biasa-biasa saja. "Dia masih pengangguran, kepribadiannya biasa saja. Di rumah salat dan mengaji biasa saja," katanya. Selama konferensi pers Davit terlihat murung.

Davit mengatakan tidak terlalu dekat dengan Basyir, tersangka teroris yang ditangkap polisi. Dia mengaku pertama kali bertemu Basyir saat mengantarkan kakaknya ke Kebon Kacang.

"Sama Basyir saya tak pernah diarahkan apa-apa, saya tidak akrab sama Basyir. pertama bertemu pas mengantar abang bertemu Basyir di Kebon Kacang. Saya cuma salaman terus balik lagi," katanya.

Pada Sabtu (27/10) Densus 88 menggerebek sejumlah terduga teroris di wilayah di Indonesia. Salah satunya di Palmerah. Saat itu polisi menangkap 3 orang yakni Davit, Herman, dan Sunarto. Namun menurut keluarga, ada satu orang lagi yang ditangkap yakni Basyir, namun polisi tidak pernah menyebut namanya.

(nal/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads