"Yang bikin trauma pas penggerebekan saja, diborgol pas di mobil muka ditutup," kata Davit saat memberikan keterangan pers di Kantor MUI, Jakarta, Kamis (1/11/2012).
Davit mengatakan, selama diperiksa dirinya diperlakukan dengan baik. Selama pemeriksaan polisi mengajukan pertanyaan-pertanyaan pada Davit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya soal Herman, David mengatakan kakaknya yang diringkus polisi itu belum bekerja dan keperibadiannya biasa-biasa saja. "Dia masih pengangguran, kepribadiannya biasa saja. Di rumah salat dan mengaji biasa saja," katanya. Selama konferensi pers Davit terlihat murung.
Davit mengatakan tidak terlalu dekat dengan Basyir, tersangka teroris yang ditangkap polisi. Dia mengaku pertama kali bertemu Basyir saat mengantarkan kakaknya ke Kebon Kacang.
"Sama Basyir saya tak pernah diarahkan apa-apa, saya tidak akrab sama Basyir. pertama bertemu pas mengantar abang bertemu Basyir di Kebon Kacang. Saya cuma salaman terus balik lagi," katanya.
Pada Sabtu (27/10) Densus 88 menggerebek sejumlah terduga teroris di wilayah di Indonesia. Salah satunya di Palmerah. Saat itu polisi menangkap 3 orang yakni Davit, Herman, dan Sunarto. Namun menurut keluarga, ada satu orang lagi yang ditangkap yakni Basyir, namun polisi tidak pernah menyebut namanya.
(nal/ndr)











































