Kembaran Terduga Teroris Palmerah Menangis, Ingat Ibunda Terus Bertanya

Kembaran Terduga Teroris Palmerah Menangis, Ingat Ibunda Terus Bertanya

- detikNews
Kamis, 01 Nov 2012 17:02 WIB
Kembaran Terduga Teroris Palmerah Menangis, Ingat Ibunda Terus Bertanya
Jakarta - Terduga teroris yang ditangkap di Palmerah, Sunarto, memiliki saudara kembar bernama Sunardi. Saat jumpa pers di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Sunardi tiba-tiba menangis.

Pantauan detikcom di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (1/11/2012), di tengah-tengah jumpa pers, Sunardi memegang hidungnya berusaha menahan air mata. Tapi air matanya kemudian menetes.

Ketika ditanya para pewarta, mengapa sedih meneteskan air mata, Sunardi menjawab, "Secara psikologis, keluarga, Mamah terutama, Mamah saya sudah uzur, 77 tahun. Dia nangis, setiap saat nanya, 'Nanto pulang, Nanto pulang'. Sementara di rumah dia sendiri ditemani sama kakak-kakak," kata Sunardi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menjelaskan, selama ini, aktivitas Sunarto bisa dipantau setiap hari.

"Dia kerja di ekspedisi, jadi pengurus masjid. Dia juga punya penyakit asma dan vertigo, dia bukan teroris. Saya juga berasa betul, rasa sedih apalagi saya kembar sama dia. Saya abangnya, cuma beda 15 menit," tutur Sunardi.

Sunarto, lanjut dia, adalah anak bungsu dari 9 bersaudara. Selama ini Sunarto dikenal suka bercanda, jadi banyak yang tidak percaya dia terkait dengan aksi teroris.

"Nanto tuh orangnya ngocol, makanya teman-temannya kaget juga pas dia ditangkap. Nanto itu ditangkapnya pas motong kurban hari Sabtu," imbuhnya.

Kenal Basyir yang Misterius via FB

Sampai saat ini, ada satu terduga yang masih misterius yang belum ditangkap polisi bernama Basyir. Sunardi mengatakan adik kembarnya mengenal Basyir melalui Facebook.

"Dia (Sunarto) kenal pertama lewat Facebook, terus dia (Basyir) datang, dia bilang mau cari kerja di Bekasi. Terus karena si Nanto baru seminggu ngontrak sama istrinya, kan kontrakannya terbuka. Jadi si Basyir ini nginepnya di rumah Herman. Kita nggak pernah tahu Basyir itu sifatnya apa. Nggak pernah tahu kalau dia pembuat bom," tutur Sunardi.

Menurutnya, bila adik kembarnya tahu Basyir adalah perakit bom, Sunarto tak akan berteman dengannya.

"Kalau tahu nggak mungkin kita terimalah. Adik saya kalau tahu juga nggak mau ambil risiko. Basyir itu orangnya pendek, hitam, rambutnya cepak. Makanya, ini pengalaman untuk berhati-hati dalam berteman," pesan dia.

Pada Sabtu (27/10) Densus 88 menggerebek sejumlah terduga teroris di wilayah di Indonesia. Salah satunya di Palmerah. Saat itu polisi menangkap 3 orang yakni David, Herman, dan Sunarto. Namun menurut keluarga, ada satu orang lagi yang ditangkap yakni Basyir, namun polisi tidak pernah menyebut namanya.

(nwk/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads