Max Sopacua: Anas & Andi Jadi Beban Partai Demokrat Bukan Hal Baru

Max Sopacua: Anas & Andi Jadi Beban Partai Demokrat Bukan Hal Baru

- detikNews
Kamis, 01 Nov 2012 15:29 WIB
Max Sopacua: Anas & Andi Jadi Beban Partai Demokrat Bukan Hal Baru
Jakarta - Partai Demokrat betul-betul galau soal kadernya Menpora Andi Mallarangeng yang terlibat dalam proyek Kemenpora di Hambalang, Bogor. Menurut Wakil Ketua DPP Partai Demokrat Max Sopacua, nama Andi Mallarangeng dan Anas Urbaningrum bukan hal baru jika menjadi beban bagi Demokrat.

"Beban bagi Demokrat itu sejak awal, sejak nama Anas hingga Andi disebut, ini bukan hal yang baru. Tapi Partai Demokrat punya prinsip ketika dinyatakan bersalah, peraturan partai akan diberikan seperti non-aktif atau apapun. Itu berproses," kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat (PD), Max Sopacua ketika dihubungi, Kamis (1/11/2012).

Max mengatakan sudah mengetahui laporan BPK soal peran Andi Mallarangeng yang melakukan pembiaran atas adanya proyek pembangunan sarana pendidikan dan pelatihan di Hambalang. Tetapi pembiaran yang dilakukan oleh Andi, menurut Max belum bisa dikatakan salah, karena belum ada vonis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sudah tahu apa yang disampaikan audit BPK itu, yang menyebutkan ada pembiaran dari Menpora terhadap apa yang dilakukan oleh Sesmenpora. Belum ada kategori salah atau benar, ini belum vonis," jelasnya.

Sementara Partai Demokrat menurutnya tidak bisa menyatakan bersalah kepada Andi Mallarangeng karena meski ada dugaan keterlibatan, Andi belum mendapat ketetapan hukum dinyatakan bersalah oleh KPK maupun sebagai tersangka.

"Partai Demokrat belum pada posisi menyatakan bersalah atau tidak, sebab BPK bukan lembaga hukum. Biarkan saja ini diproses di KPK. Nanti kan Pak Andi akan dipanggil (KPK) dan dilihat pembiaran yang dimaksud itu seperti apa,"ucapnya.

"Prosesnya belum karena ini baru audit dari BPK, nanti berproses ke lembaga hukum dan di situ kita tunggu. Saya sebagai pimpinan hanya bisa menjalankan apa mekanisme partai tidak bisa melampaui," tegasnya.

(/rmd)


Berita Terkait