"Tadi pagi kita bahas banyak dan telah diputuskan dan langsung action di lapangan, ada 7 pembahasan," ujar Jokowi dalam jumpa pers di kantor Kemen PU, Kamis (1/11/2012).
Jokowi memaparkan yang pertama adalah mengenai upaya penataan Kali Ciliwung yang akan dipercepat. Jokowi mengatakan dibandingkan negara lain, tingkat pengelolaan limbah rumah tangga di Indonesia lebih rendah yakni sebesar 2, 38 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya yang dibahas adalah mengenai masalah air minum, dalam hal ini penyiapan air baku bagi kota Jakarta. Selain itu juga dibahas soal banjir, tata ruang dan transportasi.
"Ini kita langsung kerjakan, yang sudah siap kita sepakat langsung dikerjakan. Yang belum nanti teknisnya nanti kita ketemu lagi," tuturnya.
Sementara itu Menteri PU Djoko Kirmanto mengatakan mengenai pengelolaan limbah rumah tangga, Jakarta termasuk kota paling terbelakang. Jakarta masih di bawah Kota Saigon, sedangkan Singapura sudah 100 persen dan Kuala Lumpur sudah 90 persen.
"Bahkan Jakarta harus malu kalah dengan Bandung, Yogya, Cirebon, Medan. Mereka lebih tinggi dibandingkan Jakarta," jelasnya.
Tentang penataan Kali Ciliwung, menurut Djoko, Gubernur DKI sangat peka dengan masalah pemukiman kumuh. Kementerian PU masih membahas penanganan masalah pemukiman kumuh ini dengan Pemprov DKI.
"Masalah penanganan banjir di Jakarta itu kita ada program dan tugas kita sudah jelas. Proses tender sudah jalan, sebelum April sudah ada yang kita jalankan sama-sama. Kemudian masalah tata ruang dan juga Sea Wall yang ada di bantaran Jakarta kita akan minta pendapat dari ahli ahli. Harapan saya semoga ini menjadi hal yang baik bagi kota Jakarta," tutupnya.
Pertemuan berlangsung tertutup sejak pukul 10.30 WIB hingga pukul 13.00 WIB.
(ega/nrl)










































