"Harus sabar luar biasa. Kita gak tega juga sebetulnya," kata Juli, salah seorang petugas sweeping dari Garuda Indonesia di King Abdulazis, Jeddah, Arab Saudi, Rabu (31/10/2012).
Sweeping yang dilakukan Garuda Indonesia terhadap bawaan, tidak sepenuhnya mulus. Banyak jemaah haji 'intimidasi' petugas yang memintanya sortir ulang barang bawaan karena melampaui kuota bagasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bisa dipahami perasaan pak haji dan bu hajjah ini. Saya punya anak dan istri yang pasti juga senang dapat oleh-oleh. Tapi kalau sampai berlebihan begini, jangan deh," kata pria jangkung asal Maluku itu.
"Lebih baik kami yang sweeping, jemaah haji masih bisa memilih barang. Bila yang sweeping dari petugas Saudi, tidak kompromi lagi, semua harus ditinggalkan," imbuh Juli.
Secara umum, 'hasil' sweeping di musim tahun ini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Meski ada banyak barang bawaan yang terjaring, tapi setidaknya dalam pemulangan 10 kloter pertama hari ini tidak ada jemaah bawa dandang atau kuali besar masuk kabin pesawat.
Sweeping bagasi demi mencegah pesawat overload yang pengaruhi keselamatan terbang. Regulasi penerbangan internasional batasi setiap orang hanya boleh bawa satu tas koper dengan berat maksimal 32kg masuk bagasi dan yang masuk kabin cuma sebuah tas tentengan seberat 7kg plus tas pasport.
Bahkan jemaah haji sudah pula tandatangani surat pernyataan kesanggupan memenuhi aturan itu. Namun rasa sayang kepada kerabat membuat bawaan mereka kini jadi lebih banyak dan berat dibanding ketika berangkat haji.
"Untuk air zam-zam, dibagikan nanti di embarkasi. Setiap orang mendapat jatah 5 liter," jelas Erick Sando, quality assurance airport dari Garuda Indonesia.
Caption foto:
Barang bawaan jemaah haji yang terjaring sweeping. Semula oleh empunya barang-barang itu akan dibawa masuk kabin pesawat.
(lh/fjp)











































