Pada pukul 19.30 WIB, Rabu (31/10/2012), Ardintias (31) membonceng Judit (30) mengendarai sepeda motor Revo bernopol B 3617 TNM melintas dari arah Tanjung Priok menuju Cilincing. Namun saat melalui Jalan Raya Cilincing, Ardintias mencoba menyalip sebuah truk kontainer tanpa melihat adanya sebuah lubang.
"Saat kejadian kontainer dan motor posisinya sama-sama sejajar. Mereka kemungkinan jatuh karena jalan rusak dan tidak rata, tapi yang dibonceng jatuh ke sebelah kanan masuk kolong trailer dan langsung tewas terlindas roda bagian belakang dipinggangnya," kata saksi mata di lokasi kejadian bernama Rokim.
Ardintias terpental ke sebelah kiri dan hanya mengalami luka lecet di bagian lututnya terkejut melihat kawannya bernasib naas. Sang sopir kendaraan besar bernopol B 9740 WV tersebut bernama Rusdika (44) langsung diamankan ke kantor Laka Lantas Jakarta Utara.
"Setelah kejadian, yang bawa motor langsung dievakuasi petugas ke RSUD Koja dan yang meninggal ke RSCM. Peristiwa itu sempat bikin jalan jadi macet," ujar Rokim.
Korban bernama Judit berasal dari Sorong, sedangkan Ardintias berasal dari Semarang, tidak ada yang menyangka hanya karena sebuah jalan yang kurang diperhatikan dan kurangnya penerangan jalan, seseorang harus meregang nyawa.
(vid/)











































