Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) menegaskan dirinya akan tetap maju di pilpres 2014. Kalah atau menang, urusan Tuhan.
"Sebagai kandidat capres Partai Golkar di hati kecil saya terbersit pertanyaan, apakah itu perlu? Kenapa saya tidak hanya melewati hari-hari yang santai saja tanpa beban politik dan beban yang terus menggunung? Untungnya setiap muncul pertanyaan demikian, Allah SWT membisikkan kepada saya bahwa Pilpres bukan menyangkut nasib satu atau dua orang saya dan anak istri saya. Tapi pemilu adalah menyangkut nasib jutaan anak-anak Indonesia," kata Ical dalam pidato politiknya di peringatan HUT ke-48 Partai Golkar di Hal A PRJ, Kemayoran, Jakarta, Rabu (31/10/2012).
Hal ini disampaikan Ical di depan seribuan kader Partai Golkar se- Indonesia. Hadir juga Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung dan jajarannya, deretan senior Golkar seperti Jusuf Kalla, BJ Habibie, juga pengurus DPP Golkar .
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak mungkin menjadi penonton dan pengamat. Saya harus memberi contoh di garis depan dengan pengorbanan sebesar apapun untuk menawarkan harapan kepada mereka. Apalagi saya telah menempuh banyak pengalaman di perusahaan swasta maupun kabinet pemerintahan. Saya tidak boleh hanya menjadi penonton. Tapi wajib untuk memberikan dan menjawab harapan," tegas Ical.
Ical lantas menegaskan bahwa dirinya akan berusaha sekuat tenaga untuk memenangkan Pilpres 2014. "Kalah atau menang dalam sebuah perjuangan adalah rahasia Allah SWT. Yang penting saya bisa memberikan yang terbaik," katanya.
Ical kemudian mengkritisi pengamat politik yang menilainya belum cukup kuat. Dia menilai pengamat politik hanya bisa memberikan penilain yang belum tentu benar.
"Paling mudah adalah menjadi penonton dan pengamat sebab mereka tidak menempuh resiko apapun. Dan dalam sepakbola pengamat dipandang selalu merasa lebih pintar dari pemain bola," sindirnya.
(van/tor)










































