"Presiden seharusnya ke Lampung selesaikan permasalahan di sana daripada ke Inggris yang tidak begitu penting," ujar Wasekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, di Kantor DPP PDIP, Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu, (31/10/2012).
Menurut Hasto, bentrok di Lampung sebenarnya menunjukkan kegagalan dan ketidakmampuan pemerintah dalam melindungi hak hidup warga negara. Dia juga menilai pemerintah harus bertindaak secara sungguh-sungguh untuk mencegah terjadinya peristiwa serupa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga meminta agar penanganan konflik di wilayah Lampung dilakukan secara persuasif. "Aparat di pusat dan daerah harus melakukan konsultasi dalam memahami hak rakyat yang mengalami konflik. Penangananya menggunakan metode koordinatif persuasif," imbuhnya.
Sebelumnya pada Senin (29/10), sejak pukul 10.00 WIB, ribuan warga di sekitar kawasan Kalianda menyerbu Desa Balinuraga, desa yang terletak 30 menit dari Pelabuhan Bakauheni.
Insiden penyerangan ini buntut tewasnya 3 warga dari kelompok yang melakukan penyerangan hari ini pada Minggu (28/10). Insiden ini merupakan kelanjutan atas kesalahpahaman antar pemuda yang berimbas pada penyerangan.
Pihak kepolisian dibantu TNI sudah berupaya melakukan pengamanan. Tetapi warga yang datang bertambah banyak. Mereka juga menyerang desa di sekitar Desa Balinuraga. Puluhan rumah dan mobil dibakar. Upaya aparat memblokir massa dengan menutup jalanan tidak membuahkan hasil karena warga lewat jalan tikus dan pematang sawah. 12 warga dilaporkan tewas di Kalianda Lampung Selatan tewas akibat bentrok tersebut.
(riz/ndr)











































