"Semua nggak ada yang sekolah. Anak saya juga masih trauma dan ketakutan, sekolahnya ikut dirusak," ujar Niluh (47) warga Desa Balinugra yang dijumpai detikcom di depan rumahnya sambil menunjuk kearah sekolah SMP Dharma Bakti yang hangus dan rusak dibakar massa pada Senin lalu.
Niluh sendiri memberanikan diri hanya sekadar melihat kondisi rumahnya yang sederhana dan juga dirusak. Niluh mengatakan, dirinya tidak tahu akan kembali bersama anak-anaknya yang masih bertada di SPN Kemiling, Bandar Lampung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gede pun menambahkan, apabila sekolah dimulai pun belum tentu bisa belajar. Pasalnya, sekolah SDN di Desa itu rusak, bahkan SMP dibakar. "Guru-guru juga belum tentu kembali dan berani mengajar di sini," terangnya.
Sedangkan, Kapolda Lampung Brigjen Pol Jodie Rooseto meminta agar warga desa yang berkonflik untuk segera berdamai. Seharusnya, mereka mau memikirkan kepentingan dan pendidikan anak-anaknya.
"Kasihan mereka ngga bisa sekolah, bahkan sudah ada yang sakit di SPN. Saya mohon, marilah kita betranglan bersatu membangun Lampung Selatan," pungkasnya saat mencoba menginisiasi pertemuan muspida dan tokoh masyarakat di Polres Lampung Selatan, Kalianda.
(zal/mad)











































