"Ketua MA harus tegas, sekarang diperlukan pemimpin tegas untuk meluruskan masalah itu," kata Komisioner KY Suparman Marzuki kepada wartawan di Gedung KY, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (31/10/2012).
Komisioner KY ini menilai gebrakan yang dilakukan hakim agung Prof Gayus Lumbun sudah jadi langkah yang tepat. Justru, labrakan yang dilakukan oleh Nurhadi merupakan sikap kurang patut dipuji.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suparman juga meminta agar Ketua MA Hatta Ali sebagai pemerkasa transparansi anggaran MA. Hal itu perlu dilakukan karena MA merupakan lembaga peradilan tertinggi di Indonesia dan sebagai contoh moral.
"MA itu simbol moral harus kuat. Putusan saja harus transparan, apalagi keuangan," ungkapnya.
Seperti diketahui, Ketua Muda MA bidang Pidana Khusus, Djoko Sarwoko gerah dengan pernyataan Gayus soal anggaran MA yang dinilai tidak transparan dan pengelolaannya tidak profesional.
"Menurut saya jika dia tidak suka dengan kondisi MA sekarang ya keluar sajalah. Daripada membangun permusuhan dan kinerja MA tidak kondusif," kata Djoko Sarwoko.
Adapun Nurhadi naik pitam ketika diminta transparansi anggaran. "Saya nggak pernah takut sama siapa pun, karena saya clean. Saya nggak peduli, saya labrak betul (Gayus Lumbuun) karena saya clean. Saya jamin satu rupiah pun saya tidak punya pikiran untuk main-main terutama dalam anggaran. Kalau eselon I ketahuan (korupsi) sama saya, saya amputasi," kata Nurhadi saat ditemui wartawan di ruang kerjanya.
(rvk/asp)











































