"Davit enggak (terbukti). Herman yang diperiksa lebih lanjut lagi karena memiliki hubungan yang lebih erat dengan Basyir alias Agar, termasuk orang yang merakit bom. Kita masih dalami, karena sempat kelihatannya mereka akan merekrut dua pelajar itu," ujar Karopenmas Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (31/10/2012)
"Si Davit itu masih SMA, kita lihat barang-barang yang diamankan itu apakah berkaitan dengan bahan rakitan bom atau tidak," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya Davit yang sudah balik," ucap Boy.
Pada Sabtu (27/10) Densus 88 menggerebek sejumlah terduga teroris di wilayah di Indonesia. Salah satunya di Palmerah. Saat itu polisi menangkap 3 orang yakni Davit, Herman, dan Sunarto. Namun menurut keluarga, ada satu orang lagi yang ditangkap yakni Basyir, namun polisi tidak pernah menyebut namanya.
(nik/nrl)











































