Tampar Perawat, Bupati Tasikmalaya Dituntut Mundur
Selasa, 14 Sep 2004 22:20 WIB
Tasikmalaya - Gara-gara menampar perawat, Bupati Tasikmalaya didesak mundur. Sejumlah perawat yang mengatasnamakan Masyarakat Pekerja Rumah Sakit (MP-RS) Tasikmalaya mendesak pengunduran diri Bupati Tasikmalaya, Tatang Farhanul Hakim. Pasalnya, MP-RS menilai Pak Bupati itu telah bersikap arogan.Desakan agar Bupati mundur itu seiring dengan tuntutan agar kasus penamparan yang dilakukan Tatang itu diselesaikan secara hukum. Desakan MP-RS itu disampaikan hari Selasa (14/9/2004) di Tasikmalaya. Menurut Aa Ahmad, pengurus MP-RS itu, pihaknya juga mendesak agar Bupati meminta maaf secara terbuka di media massa selama tujuh hari berturut-turut.Untuk diketahui, Bupati Tasikmalaya diduga telah melakukan penamparan kepada seorang perawat, saat menjenguk anaknya yang tengah dirawat di RSUD Tasikmalaya. Pasalnya, Pak Bupati diduga tersinggung ketika seorang perawat yang belum mengenalnya menanyakan apakah anak yang dirawat itu memiliki Kartu Askes atau tidak. Kini anak yang tengah terbaring sakit itu sudah dipindahkan ke RS lain.Perawat yang menjadi korban penamparan Bupati adalah Apid. Kepada wartawan di RSUD Tasikmalaya Selasa (14/9/2004) Apid membenarkan bahwa dirinya memang ditampar Bupati. Insiden pemukulan terjadi saat dirinya sedang melakukan kontrol pasien. Apid yang mengaku belum mengenal wajah pemimpin di daerahnya itu tengah mengontrol kondisi anak pak bupati. Sembari mengontrol, Apid menanyakan kepada orang di sekitar pasien, apakah dirawat menggunakan Kartu Askes atau tidak. Dirinya pun menjelaskan bahwa jika ada Kartu Askes, maka akan bisa membantu biaya perawatan.Sang Bapak yang ditanya hanya menjawab bahwa berapa pun biaya yang dikeluarkan, dirinya akan mampu membayar. Namun tiba-tiba salah seorang dari mereka mengajak Apid keluar dan memberitahu bahwa yang diajaknya bicara itu adalah Bupati Tasikmalaya. "Saya kaget dan langsung ingin meminta maaf. Tapi dari dalam, Bapak itu sudah muncul dan langsung menampar saya. Saat itu memang saya mengaku salah,karena saya tidak tahu bahwa dia itu bupati," tuturnya.Merasa terhina dan teraniaya dengan penamparan yang dilakukan, Apid kemudian bersikeras meminta agar masalah ini terus diproses secara hukum. Karena itu, dirinya kemudian melaporkan insiden itu kepada polisi. Bupati Tasikmalaya sendiri masih belum berhasil dikonfirmasi wartawan atas insiden itu.
(ton/)











































