Pemerintah Sudah Siapkan Dana Rp 1 M Untuk Info Teroris
Selasa, 14 Sep 2004 21:41 WIB
Jakarta - Menko Perkenomian Dorodjatun Kuntjoro Jakti mengatakan sudah menyiapkan dana khusus bagi pihak yang bisa memberikan informasi keberadaan para pelaku bom kepada pihak kepolisian. Seperti diketahui, Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar akan memberikan uang sebesar Rp 1 miliar bagi pemberi informasi."Pak Da'i telah membicarakan masalah ini kepada saya dan akan mengajukan anggarannya," ungkap Menko Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro Jakti kepada wartawan di Media Center Hotel Sari Pan Pasific, Jl. MH Thamrin, Jakarta, Selasa (14/9/2004).Sementara ketika ditanya berapa kerugian negara yang harus ditanggung akibat peristiwa ledakan bom di depan Kedutaan Besar Australia, Kuningan, Jakarta Selatan, Dorodjatun belum bisa menyebutkan angka resminya. Pasalnya, hingga kini tengah dalam penghitungan dari berbagai pihak, termasuk penghitungan dari segiasuransinya."Minggu depan kami baru bisa memprediskikan kerugian akibat terjadinya bom yang kemarin. Problemnya sekarang adalah asuransi, karena tidak termasuk untukteror dan huru-huru karena preminya mahal. Yang terjadi di Kuningan adalah event-risk (risiko kejadian). Kita sedang membicarakan dengan pihak asuransi bagaimana menanggulangi ini semua," jelas Dorodjatun.Dalam kesempatan yang sama, Dorodjatun juga menjelaskan, saat terjadi ledakan bom, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi penutupan hari itu sempat turun 3.76 persen. Tetapi angka kembali pada 782.85 poin. Pada Jumat (10/9/2004), IHSG ditutup pada level 797.77 atau naik 1.93 persen. Sementara hari ini, IHSG mencapai 817 poin."Ada beberapa faktor mengenai daya tahan IHSG dan rupiah kita pasca bom, yaitu fundamental ekonomi kita sudah lebih kuat dari tahun sebelumnya. Selain itu,investor dan pelaku bisnis telah memperhitungkan security-risk dalam kegiatannya di Indonesia," katanya.Dorodjatun menambahkan bahwa hal lain yang mempengaruhi IHSG dan rupiah adalah investor banyak belajar dari peristiwa bom Bali dan bom Hotel JW Marriott. Terutam dalam melihat peningkatan kemampuan polisi yang semakin baik dalam menangani hal-hal tersebut.Faktor lainnya, menurutnya, bahwa saat ini persepsi tentang pemilu yang sebelumnya diangkat sebagai negative factor telah berubah menjadi positive factor. Selain itu, masyarakat telah mengalami kedewasaan berdemokrasi serta kenyataan bahwa proses pemilu legislatif dan Pemilu Presiden putaran pertama aman dan lancar.Dorodjatun juga menjelaskan, sejak zaman reformasi kontrol politik terhadap perekonomian semakin turun dan didominasi oleh kekuatan pasar. Oleh sebab itu,dirinya optimistis, kondisi perekonomian tidak akan dipengaruhi terlalu banyak dengan kejadian-kejadian teror bom yang lalu.
(ton/)











































