detikcom merangkum sejumlah candaan 'narsis' Jokowi sejak menjabat sebagai Wali Kota Solo, hingga menjadi gubernur DKI Jakarta.
Berikut 4 candaan itu:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi: Saya Ganteng
|
|
"Lho, baru tahu ya? Saya sudah lama ganteng," kata Jokowi yang disambut tawa wartawan.
Saat berfoto, Jokowi juga terlihat menginjak timbangan untuk menyeimbangkan tingginya dengan Ahok. Sebuah fenomana unik sekaligus lucu.
Foto keduanya nantinya akan didistribusikan ke setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan kantor kelurahan/kecamatan untuk dipasang di dinding dan digunakan juga untuk kartu pengenal.
Jokowi: Saya Memang Bodoh
|
|
Pernyataan ini dilontarkan Jokowi saat menanggapi tudingan Gubernur Jateng Bibit Waluyo. Saat itu, Bibit dan Jokowi berselisih soal pembangunan mal.
Jokowi dianggap bodoh karena melawan gubernur dalam pembangunan mal di Solo. Rencana mal yang ditentang Pemkot Solo dibangun di bekas gedung bersejarah pabrik es Saripetojo. Namun pabrik es ini dinilai sebagai aset Pemprov Jateng, sehingga Pemkot Solo dianggap tidak bisa memprotesnya.
"Iya, saya itu memang masih bodoh. Masih harus banyak belajar ke banyak orang. Dibilang begitu ya nggak apa-apa," kata Jokowi.
Berbagai pihak yang mendengar ungkapan ini malah tertawa dan tersenyum. Suasana tegang pun berubah menjadi hangat karena Jokowi tak terpancing emosinya.
Jokowi: Saya ini Spartan
|
|
Ditanya wartawan soal rahasianya agar tetap bugar dan bisa bekerja, Jokowi pun menjawab santai dengan nada canda.
"Saya itu spartan. Nggak siang, nggak malam, nggak pagi terus saja nggak berhenti," kata Jokowi.
Istilah spartan berasal dari orang kota Sparta kuno Yunani. Budaya Spartan ialah semua tentang perang dan pelatihan militer untuk pria seumur hidup mereka. Mereka memiliki pepatah: βdatang kembali dengan perisai atau lebih dari ituβ yang berarti jangan kembali kecuali Anda menang. Film soal bangsa ini dikenal dengan judul '300'.
Jokowi: Saya Suka Kaos 'Bermerek'
|
|
"Wong saya kalau punya kaos mereknya bagus itu beli di Bandung, di factory outlet itu lho KW 2," ujar Jokowi sambil tertawa.
Soal sepatu, Jokowi juga mengoleksi sepatu lokal. Dia mempunyai sepatu buatan Bali dan Bandung yang dibeli sangat terjangkau.
"1 Sepatu kanvas beli di Bandung Rp 160 ribu dan 1 lagi beli di Bali Rp 340 ribu dapat diskon 50 persen. Hitung sendiri bayarnya berapa. 2 Sepatu pantofel beli di Bandung nggak ada mereknya," kata Jokowi.
Tentang urusan cukur rambut, Jokowi juga punya kebiasaan tersendiri. Jokowi ternyata mencukur rambut bukan di salon ternama melainkan memanggil tukang cukur ke rumahnya.
"Kalau di Solo, panggil orang Solo sana. Kalau di sini panggil orang Klender, dari mana gitu," kata Jokowi yang terbalut seragam dinas warna cokelat itu.
Bayarnya berapa, Pak? "Tak kasih (kuberi) Rp 50 ribu kan potongnya gini-gini saja," jawab Jokowi.
Halaman 2 dari 5











































