Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementrian Agama, Bahrul Hayat menegaskan bila tim atau rombongan yang berangkat bersama dengan Menteri Agama Suryadharma Ali benar bertugas di Tanah Suci. Yang lain bukan dibiayai negara tapi melalui biro travel serta membayar sendiri.
Suryadharma Ali bertugas sebagai Amirul Hajj tahun ini. Selain istri, yang melekat dalam rombongan Amirul Hajj adalah para ajudan, sekretaris dan staf khusus.
"Semua itu yang menjadi tanggung jawab Kementerian Agama. Yang di luar itu adalah tanggung jawab dari masing-masing individu. Tidak ada yang dibiayai oleh Kementerian Agama," tegas Bahrul Hayat kepada wartawan menanggapi pemberitaan di beberapa media tentang rombongan yang berangkat bersama Menag Suryadharma Ali di kantor Misi Haji Indonesia Makkah, Rabu (31/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sudah sesuai aturan mereka ikut membantu dalam melakukan kegiatan observasi dan lainnya di Arafah maupun Mina," ungkap Bahrul.
Dia menegaskan adanya tudingan Menteri Agama membawa banyak anggota keluarga banyak, hal itu tidak benar. "Yang dibiayai oleh negara adalah Pak Menteri dan istri sebagai pejabat negara, sekretaris, ajudan, dan staf khusus. Selain itu tidak ada yang dibiayai oleh Kementerian Agama," tegas dia sekali lagi.
Bahrul kemudian memberikan rincian beberapa orang yang dibiayai oleh negara. Yang dibiayai adalah Amirul Hajj sebanyak 10 orang termasuk menteri. Setiap tahun ada Amirul Hajj yang mewakili kafilah Indonesia dan mewakili dalam pertemuan-pertemuan antar kafilah di Arab Saudi.
"Selain itu, bila ada individu adalah sepenuhnya menjadi tanggungjawab travel mereka sendiri. Saya kira saudara-saudara (para wartawan-red) juga tahu, tidak ada yang datang atau bersama di sini (Kantor Misi Haji Indonesia Mekkah-red) maupun di (tenda Misi Haji Indonesia) Arafah dan Mina," katanya.
Mengenai anggaran yang digunakan, dia mengatakan hal itu sudah sesuai dengan aturan. Seluruh perjalanan dinas yang ditugaskan oleh pemerintah itu sudah ada aturannya.
"Untuk berapa hari, berapa biaya per hari, menggunakan tiket kelas ekonomi atau bisnis. Semua itu sudah sesuai dengan aturan yang ada," pungkas Bahrul tanpa menyebut rinciannya.
Dalam media sosial dan BBM yang tersebar, Menag disebutkan membawa 43 orang yang sebagian di antaranya dibiayai negara. Menag sudah mengklarifikasi rombongan membayar sendiri. Berikut rombongan yang dibawa Menag tersebut seperti yang sudah tersebar:
1. Suryadharma Ali Menag/Amirulhaj
2. Wardatul Asriah (istri menag/anggota DPR)
3. Rendhika D Harsono (anak menantu)
4. Dewi Sri Masitho (adik)
5. Elyati Ali Said (adik)
6. Mimik Ismiasih B Sawojo (adik)
7. Anwar Musadda Ropiudin (adik)
8. Neneng L Susanti (Adik)
9. Joko Purwanto (Ketua Angkatan Muda Kabah PPP)
10.Deasy Aryani Larasati (istri Joko Purwanto)
11.Najmuddin H Rasyid (keluarga Joko Purwanto)
12.Rosma Lotang Sawalleng (istri Najmuddin)
13.Richard Lessang Frans (sahabat menag)
14.Inani Arya Tangkary (istri Richard)
15.Muhammad Mardiono (ketua DPW PPP Banten)
16.Etty Triwi Kusumaningsih (istri Mardiono)
17.Erik Satrya Wardhana (sahabat Ibu Emalena)
18.Ermalena Muslim Hasbullah (staf khusus)
19.Guritno Kusumo Dono (staf khusus)
20.Titiek Murrukmihati (istri Guritno)
21.Saefudin A Syafii (sesmenag)
22.Abdul Wadud K Anwar (wasesmenag)
23.M Mukmin Timoro (ajudan menteri)
24.Ivan Adhitira (ajudan menteri)
25.Hendri Amri M.Saud (ADC/pengawal pribadi)
26.Agus Riadi Pranoto (pengawal pribadi)
27.Karto Kamid (staf Kemenag)
28.Sundari Kasiran (ajudan istri menag)
29.Sholichul Qodri (ajudan istri menag)
30.Reni Marlinawati (anggota F-PPP DPR/Komisi X)
31.Mochammad Amin (suami Reni Marlinawati)
32.Irgan Chairul Mahfiz (wakil ketua komisi IX DPR/F-PPP)
33.Wardatun N Soejono (istri Irgan)
34.KH Nur M Iskandar
35.Nur Djazilah M (istri KH Nur Iskandar)
(bgk/trw)











































