Bocoran Audit Hambalang, Ini Dugaan Penyimpangan Saat Proses Lelang Proyek

Bocoran Audit Hambalang, Ini Dugaan Penyimpangan Saat Proses Lelang Proyek

- detikNews
Rabu, 31 Okt 2012 13:12 WIB
Bocoran Audit Hambalang, Ini Dugaan Penyimpangan Saat Proses Lelang Proyek
Jakarta - Audit investigatif Hambalang digelar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Audit dilakukan atas permintaan DPR. Alasan dugaan adanya penyimpangan dalam proyek senilai Rp 2,5 triliun jadi alasan.

Siang ini pukul 13.00 WIB, Rabu (31/10/2012), BPK akan menyerahkan hasil audit ke DPR. Sementara di kalangan wartawan sudah beredar dokumen soal audit investigatif Hambalang dengan judul 'Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif (Tahap I posisi 1 Oktober 2012)'. Ini adalah laporan yang masih bersifat sementara.

Sebenarnya, sudah ada laporan final per 24 Oktober 2012. Namun dokumen ini masih ditutup rapat oleh BPK. Namun, sedikit bocoran soal audit itu menyebutkan bahwa pengerjaan proyek sarana olahraga itu sudah bermasalah sejak awal. Sumber detikcom membisikkan salah satunya soal proses pelelangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemenang lelang konstruksi ditetapkan oleh pihak yang tidak berwenang tanpa memperoleh pendelegasian dari Menpora," ujar sumber detikcom yang tahu soal hasil audit itu.

Sebagai contoh adanya keanehan dalam proses lelang, dalam hasil audit itu dibeberkan bahwa proses evaluasi prakualifikasi dan teknis terhadap penawaran calon rekanan tidak dilakukan oleh panitia pengadaan melainkan oleh rekanan yang menang.

"Adanya rekayasa proses pelelangan pekerjaan konstruksi pembangunan P3SON Hambalang untuk memenangkan KSO Adhi-Wika," terang sumber itu.

Ada sejumlah cara yang dilakukan guna memenangkan salah satu peserta tender tersebut, yakni dengan menggunakan standar penilaian yang berbeda antara KSO Adhi-Wika dengan yang lain. Juga menggunakan nilai paket pekerjaan yang tidak seharusnya digunakan.

"Juga mengumumkan lelang dengan informasi yang tidak benar dan tidak lengkap mengenai informasi nilai pekerjaan. Pengerjaan proyek konstruksi oleh rekanan KSO Adhi-Wika dilakukan dengan cara mensubkontrakkan pekerjaan utama kepada perusahaan lain," bisik sumber itu.

Soal isi audit ini, pihak BPK tak ada yang mau berbicara. Wakil Ketua BPK Hasan Bisri yang dikonfirmasi juga menolak berkomentar.

"Tunggu saja, nanti kalau LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan)-nya sudah disampaikan ke DPR," tegas Hasan singkat saat dikontak detikcom.

KPK diketahui tengah menyidik kasus proyek Hambalang ini. Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora Dedi Kusnidar sudah menjadi tersangka. KPK juga terus maraton melakukan pemeriksaan kepada pihak-pihak terkait termasuk pemenang lelang proyek itu.

(/)


Berita Terkait