3 Alasan 158 Bus Gandeng TransJ Baru Berpaling dari Gas ke Solar

3 Alasan 158 Bus Gandeng TransJ Baru Berpaling dari Gas ke Solar

Nala Edwin - detikNews
Rabu, 31 Okt 2012 12:15 WIB
3 Alasan 158 Bus Gandeng TransJ Baru Berpaling dari Gas ke Solar
Jakarta - 158 Bus gandeng TransJ akan segera didatangkan. Namun, bus-bus baru ini tidak lagi berbahan bakar gas yang mendukung program lingkungan "Langit Biru", melainkan akan menggunakan bahan bakar solar.

Kepala Unit Pelaksana (UP) TransJakarta Busway M Akbar dalam siaran tertulis, Rabu (31/9/2012), mengatakan penggunaan solar dinilai lebih efektif dibandingkan menggunakan gas. Beberapa alasan penggunaan solar untuk menggantikan gas adalah sebagai berikut:

1. Jumlah SPBBG yang tidak memadai, saat ini hanya tersisa untuk SPBBG yang harus melayani 477 bus, belum lagi di akhir tahun ini akan ada 102 bus gandeng baru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2. Kualitas gas yang jelek yang belum memenuhi standar kebutuhan untuk mesin mobil.

3. Bus berbahan bakar BBG harus mengisi gas dua kali sehari, sementara bus berbahan bakar solar cukup satu kali pengisian untuk sehari.

Masalah pasokan gas pernah terjadi pada April 2012 lalu. Saat itu pasokan gas di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) TransJakarta (TransJ) di Kampung Rambutan yang berhenti sementara waktu hari ini. Adanya kejadian itu membuat bus TransJ di beberapa koridor harus mengisi BBG di Pinangranti.

Situasi ini berimbas pada lamanya antrean penumpang di koridor IV (Dukuh Atas 2-Pulogadung), koridor VI (Ragunan-Dukuh Atas), koridor VII (Kampung Rambutan-Kampung Melayu).

"Ya (tidak beroperasi). Efeknya yang di Rambutan itu dialihkan ke Pinangranti. Imbasnya ke antrean penumpang," kata Humas Badan Layanan Umum Transjakarta Sri Ulina Pinem pada (30/4) lalu.

Menurut Ulina, tekanan gas di Kampung Rambutan masih kurang untuk pengisian bus TransJ. Ditambah lagi ada pemadaman listrik di wilayah tersebut. Tidak beroperasinya SPBBG Kampung Rambutan baru dimulai pagi itu.

"Tekanan gasnya memang kurang untuk pengisian yang sekarang. Makanya dialihkan. Kita belum tahu sampai kapan. Nanti dari sana yang menghubungi kita," jelasnya.

Ulina mengatakan antrean bus pengisian bahan bakar di Pinangranti akhirnya mengular. Karena bus-bus dari koridor IV, VI, dan VII ikut mengantre di SPBBG Pinangranti tersebut.

(nal/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini