Presiden SBY saat ini berada di London, Inggris, untuk melakukan kunjungan kenegaraan selama tiga hari, mulai hari ini. Pejabat Inggris berusaha mengesankan pemimpin dari kekuatan Asia yang sedang bertumbuh ini dengan sambutan megah dan arak-arakan.
Ratu Elizabeth II dijadwalkan secara resmi menyambut kedatangan SBY dan Ibu Ani yang mendapat pengawalan kehormatan dari Horse Guards Parade, sebelum mendampingi mereka ke Istana Buckingham dalam kereta kuda.
SBY dan Ibu Ani akan tinggal di Istana, tempat Ratu Elizabeth II yang berusia 86 tahun menjadi tuan rumah jamuan kenegaraan mewah untuk menghormati tamunya, pada Rabu petang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kunjungan ini akan menjadi kesempatan bagi kita untuk membangun kemitraan yang kuat yang telah dibentuk selama dekade terakhir," ujarnya.
SBY akan mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri David Cameron pada Kamis besok dan menghadiri pertemuan panel tingkat tinggi PBB yang menyusun strategi tentang bagaimana membangun pada Millennium Development Goals (MDGs).
SBY, satu-satunya kepala negara yang pernah bergabung sebagai pasukan perdamaian PBB, juga akan berpidato di Royal College of Defence Studies. Pada Kamis malam, SBY juga akan menghadiri jamuan kedua yang diselenggarakan di distrik finansial London.
Sejumlah perjanjian perdagangan diharapkan akan ditandatangani dalam perjalanan tiga hari itu, seiring dengan minat Inggris ungtuk mendapatkan akses kepada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cepat dan 240 juta konsumen potensial.
Kunjungan kenegaraan ini merupakan bagian dari upaya Inggris untuk meningkatkan kehadiran diplomatiknya di Asia Tenggara, dan Indonesia dianggap oleh para pejabat Inggris sebagai pemain paling berpengaruh di wilayah tersebut.
Sebagai negara terbesar di dunia yang berpenduduk mayoritas Muslim, hal ini juga dilihat sebagai sekutu strategis dalam dunia Islam.
"Indonesia adalah negara paling penting di ASEAN," kata sumber Kementerian Luar Negeri.
Pejabat Inggris juga melihat Indonesia sebagai tuan rumah potensial di masa depan untuk kampus asing bagi universitas mereka, mirip model yang berlaku di Malaysia.
Inggris biasanya menerima dua kunjungan kenegaraan setiap tahun, namun SBY adalah satu-satunya kepala negara yang menerima sambutan resmi pada tahun ini, beberapa bulan setelah perayaan berlian untuk menandai 60 tahun Ratu bertahta. Kunjungan kenegaraan terakhir dilakukan oleh Presiden Turki Abdullah Gul pada November 2011.
(/)










































