Pencapresan Ical Dipandang Belum Aman

Pencapresan Ical Dipandang Belum Aman

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Rabu, 31 Okt 2012 09:17 WIB
Pencapresan Ical Dipandang Belum Aman
Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) kembali mempersilakan mantan Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla (JK) nyapres lewat parpol lain. Sebuah pesan politik Ical untuk JK, untuk mengamankan pencapresannya.

"Ical mengirim pesan bahwa Golkar itu capresnya sudah dia. Menurut saya ini bagian dari komunikasi Pak Ical untuk mengamankan pencalonan dia, karena ancaman terhadap pencapresannya itu masih tetap ada sampai sekarang," kata pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari, kepada detikcom, Rabu (31/10/2012).

Ical, menurut Qodari, masih melihat ada kekuatan di Golkar yang berpotensi menggoyangnya. Popularitas Jusuf Kalla yang masih unggul menimbulkan getaran tersendiri di internal Golkar. Hal ini jelas diwaspadai Ical.

"Datangnya ancaman itu baik dari dalam Golkar maupun di luar Golkar. Ancaman paling nyata adalah tokoh-tokoh internal Golkar yakni Agung Laksono, Fadel Muhammad, Akbar Tandjung, dan JK yang disebut orang yang potensial," katanya.

Pesan politik ini menjadi penting disampaikan Ical baik secara langsung ataupun tidak langsung kepada JK. Agar JK memahami kondisi internal Golkar yang mau tidak mau harus mendukung pencapresan Ical sebagai ketua umumnya.

"Lebih kepada penekanan agar JK tahu bahwa capres Golkar saat ini sudah final. Sedangkan Ical sendiri paham betul dukungan dari DPD Golkar sangat penting. Kekuatan JK di internal Golkar tak bisa diabaikan," ungkap Qodari.

Apalagi saat ini popularitas Ical tak kunjung naik. Tak hanya di bawah JK, popularitas Ical juga masih di bawah Golkar.

"Padahal untuk nyapres, seorang capres harus punya popularitas di atas partainya," tegasnya.

Ical selalu mengisyaratkan Partai Golkar telah final menyalonkan dirinya sebagai capres pemilu 2014. Hal itu kembali ditegaskan Ical dalam Rapimnas IV Partai Golkar beberapa waktu lalu.

"Kalau ada partai lain yang menggandeng, beliau (JK) punya hak untuk maju," kata Ical usai membuka Rapimnas IV Partai Golkar di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (29/10) lalu.

Kalimat khas Ical ini selalu sama setiap ditanya soal tingginya popularitas JK ini dipandang sangat bermuatan politis. Ical dinilai sedang menyampaikan pesan politik untuk mengamankan pencapresannya.

(van/rmd)


Berita Terkait