Pelajari Isu Perbatasan, Diplomat Madya RI Terjun ke Entikong

- detikNews
Rabu, 31 Okt 2012 01:54 WIB
Entikong - Banyak isu perbatasan Indonesia-Malaysia yang sering menjadi masalah hangat di dalam negeri, terutama isu terkait tenaga kerja Indonesia (TKI). Untuk itu, diplomat madya Kementerian Luar Negeri RI terjun ke daerah perbatasan RI-Malaysia di Kecamatan Entikong, Kalimantan Barat, untuk mengkaji masalah yang ada di lapangan.

"Masalah perbatasan menjadi penting karena begitu kompleks. Mulai dari ketahanan, keamanan, ekonomi, politik, dan budaya. Para diplomat ini harus tahu praktik, tidak hanya teori," ujar Direktur Sekolah Staf Dinas Luar Negeri (Sesdilu), Jean Anes kepada detikcom.

Hal ini disampaikan Jean di sela-sela acara Diklat Terpadu Sekolah Staf Dinas Luar Negeri (Sesdilu) ke-49 di kantor Kecamatan Entikong, Kalimantan Barat, Selasa (30/10/2012).

Entikong dipilih untuk menjadi lokasi diklat karena memiliki kompleksitas masalah yang lebih tinggi dibanding dengan wilayah perbatasan lainnya di Indonesia. "Antara lain, Entikong ini kan lokasi pemulangan terbesar bagi TKI-TKI kita dari Malaysia yang bermasalah," lanjut Jean.

22 Diplomat madya yang mengikuti acara ini mendapat ulasan dari berbagai pihak berwenang di wilayah perbatasan. Antara lain Konjen RI untuk Kuching Malaysia, Djoko Harjanto; Camat Entikong, Markus; dan Konjen Malaysia untuk Indonesia, Khairul Nazran Abd Rahman.

Masing-masing mempresentasikan masalah-masalah apa saja yang dihadapi saat bertugas berhadapan langsung dengan WNI bermasalah dengan tetap mengedepankan prinsip kepedulian dan keberpihakan terhadap WNI. Sehingga jalan keluar yang dihasilkan di setiap masalah nantinya akan berorientasi pada kepentingan WNI.

"Kita harus punya nilai-nilai tersebut. Kalau orang biasanya menganggap yang salah ya memang harus dihukum. Tapi kami sebagai diplomat harus memiliki keberpihakan yang tegas kepada WNI," jelas Jean.

(sip/rmd)