"Saya kira tidak menutup kemungkinan adanya penumpang gelap yang menunggangi. Penunggangan sudah terjadi, dan seharusnya Pak Dahlan bersama polisi harus melacak pengirim pertama SMS berisi inisial belasan anggota-anggota DPR tersebut," kata Hidayat menanggapi beredarnya SMS gelap berisi inisial anggota DPR pemeras BUMN di kalangan Senayan.
Hal ini disampaikan Hidayat kepada detikcom, Selasa (30/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut saya masalah ini sangat serius menyangkut kepercayaan publik terhadap lembaga DPR dan tentu saja saya mengutuk adanya kongkalikong, adanya pemerasan BUMN dan ini tidak boleh terjadi. Kalau Pak Dahlan menyebut ada 10 nama harus segera dibuka dengan data dan bukti yang bisa dipertanggungjawabkan," katanya.
Hidayat berhadap Dahlan Iskan dapat segera mengngkap nama-nama anggota DPR yang disebut memeras BUMN tersebut tanpa menunggu panggilan Badan Kehormatan DPR karena saat ini DPR dalam masa reses.
"Saya sangat setuju agar jangan kepalang tanggung. Jadi daripada sudah menyebut nama 10 orang katanya, ada yang disebut pemalak, pemeras, upeti, dan segala macam. Anggota DPR ada 560 orang, ini tentu menghadirkan fitnah kepada 550 anggota lainnya, jadi lebih baik Pak Dahlan buka saja tanpa menunggu undangan DPR karena ini masih masa reses," imbaunya.
Sebelumnya telah beredar SMS gelap yang mengatasnamakan Humas BUMN sebagai sumbernya. SMS tersebut berbunyi :
"Ini Inisial Anggota DPR RI yg memeras BUMN: AK, IM, SN, NW, BS (Golkar) PM, EV, CK (PDIP) AR, IR, SUR ( PKS) FA (HANURA) ALM, NAS, (PAN) JA, SG, MJ (PD) MUZ (GERINDRA) Info: Humas BUMN."
Pihak Humas Kementerian BUMN sendiri telah membantah keras bahwa mereka yang menyebar SMS ini. "Kami tidak pernah menyebarkan SMS tersebut. Kami tidak mau hubungan dengan DPR yang semakin kondusif menjadi hancur akibat SMS tersebut," tegas Kepala Humas Kementerian BUMN Faisal Halimi.
(van/nrl)










































