Humas RSUD Kariadi Semarang, Darwito mengatakan, Guntur mengalami luka tembak di bagian tulang Sigoma di pipi sebelah kiri. Pada luka yang diderita siswa kelas XI SMK Peristek Kabupaten Tegal itu terdapat serpihan-serpihan logam yang belum bisa dihilangkan.
"Ada suatu luka tembak di pipi sebelah kiri, ada pula serpihan-serpihan logam. Saat ini pasien sedang dalam perawatan," kata Darwito di kantornya di RSUP Kariadi Semarang, Jl Dr Sutomo, Selasa (30/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk mengambil serpihan itu berisiko. Maka kami akan bicarakan dengan spesialis bedah syaraf dan bedah plastik untuk langkah selanjutnya," pungkas Darwito.
Kondisi Guntur yang saat ini menempati ruang A1 bedah syaraf kelas 3 RSUP Kariadi Semarang itu sudah semakin membaik. Sebelum dirujuk ke RSUP Kariadi, Guntur sempat dibawa ke RSUD Soesilo Kabupaten Tegal, lalu dirujuk menuju RSI Harapan Anda Kota Tegal. Karena fasilitas belum memenuhi, Guntur dibawa ke Semarang.
Guntur tiba di RSUP Kariadi, Senin (29/10) malam kemarin. Menurut keterangan Darwito, pasien tersebut dijaga petugas kepolisian dari Polres Tegal.
"Ada penjagaan dari anggota Polres Tegal. Yang jaga ada dua orang," tandas Darwito. Meski demikian saat sejumlah wartawan mendatangi ruangan korban, tidak tampak satu pun anggota kepolisian.
Dari informasi yang dihimpun detikcom, peristiwa penembakan tersebut terjadi hari Minggu (28/10) lalu sekitar pukul 04.30 WIB. Saat itu, di Desa Karangmalang RT 15 RW 07 Kecamatan Kedungbanteng Tegal terjadi penggerebekan oleh sejumlah pria berbadan tegap. Orang-orang tersebut lalu menggedor pintu rumah Guntur dan masuk untuk mencari ayahnya. Guntur yang masih mengantuk bermaksud ke luar rumah untuk mengetahui situasi yang terjadi. Namun baru selangkah dari pintu rumah, Guntur langsung tertembak dan jatuh bersimbah darah.
Meski demikian belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. Keluarga korban pun enggan berkomentar terkait insiden tersebut. Sementara itu untuk biaya rumah sakit korban, semuanya ditanggung oleh kepolisian.
"Semua biayanya ditanggung oleh kepolisian Tegal," tutup Darwito
(alg/trw)











































