Setidaknya nama Dahlan Iskan saat ini dilirik oleh dua kandidat capres yang cukup kuat, yakni Aburizal Bakrie dan Prabowo Subianto. Popularitas Dahlan saat ini juga terus dipantau oleh sejumlah parpol kelas menengah. Tak dipungkiri, Dahlan dipandang sebagai salah satu kandidat kuat ke Pilpres 2014.
"Saya kira Dahlan Iskan memang dianggap sebagai calon yang potensial yang maju di 2014. Memang wajar kalau ada spekulasi parpol menganggap Dahlan Iskan bagus untuk dipasangkan dengan capresnya. Namun masih terlalu dini kalau saat ini kita berbicara tentang kepastian politik," kata pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, kepada detikcom, Selasa (30/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut saya, Dahlan Iskan adalah salah satu calon yang dipertimbangkan dengan banyak alasan. Karena Dahlan ini mendapat simpati kelas menengah. Untuk mendongkrak popularitas ya Prabowo menyebut nama Dahlan menjadi cawapres, kemudian Ical juga. Saya berpendapat ketika parpol menyebut 5 atau 6 cawapres itu tidak semuanya serius," katanya.
Saat ini, menurut Qodari, capres akan cenderung mengambil cawapres dari parpol. Lantaran Presidential Threshold (PT) yang dipatok sangat tinggi hingga 25 persen suara Pileg, tak memungkinkan Gerindra mencapreskan Prabowo dan mengambil cawapres dari luar parpol.
"Apa Gerindra bisa dapat suara sebesar itu? Kalau tidak tentu harus berkoalisi, parpol koalisi nanti akan menawarkan cawapres. Sepertinya untuk saat ini peluang cawapres non parpol masih agak berat," katanya.
"Jadi kalau saat ini Ical bilang Mahfud MD menjadi cawapresnya ya itu benar, tapi kalau dia bilang mau jadikan Sri Mulyani atau Dahlan Iskan cawapres ya itu ada kepentingan lain. Tidak mungkin juga 5 cawapres diolah dengan sama seriusnya," katanya.
"Popularitas Ical itu kalau saya bilang masih di bawah Golkar dan dia terdorong naik karena naiknya popularitas Golkar. Tapi kalau dia mau nyapres itu harus di atas popularitas partainya dulu," tandas Qodari.
(van/nrl)











































