Bentrok antar warga di Kalianda, Lampung Selatan menewaskan 10 orang. Hal itu tentu amat disesalkan. Yang menjadi pertanyaan, kerusuhan sudah terjadi sejak beberapa hari semestinya polisi bisa melakukan pencegahan.
"Sistem keamanan nasional kita ternyata belum sepenuhnya efektif dalam mengatasi kerusuhan yg terjadi di kawasan Lampung Selatan," ujar anggota Komisi III DPR Martin Hutabarat dalam pesan singkatnya, Selasa (30/10/12).
Politisi partai Gerindara ini mempertanyakan kemampuan dan integritas aparat keamanan yang menurutnya gagal menjaga kawasan konflik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Martin juga menyayangkan pihak aparat pengamanan yang dinilai tidak bisa maksimal dalam tugasnya. Padahal mereka telah dibiayai langsung oleh negara.
"Ada hampir 800.000 orang aparat kita, Polri dan TNI yang digaji oleh APBN, tapi terkesan tidak begitu menonjol prestasi dan kerjasamanya dlm mengatasi kerusuhan," imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, 10 warga di Kalianda Lampung Selatan tewas akibat bentrok antar arga yang terjadi sejak akhir pekan lalu. Pemicu kerusuhan adalah kesalahpahaman antar pemuda.
(ndr/ndr)










































