"Kita bisa saja memilih cawapres yang popularitasnya tinggi kemudian menang, dan kemudian pasangan ini tidak bisa memerintah dengan baik," kata Ical dalam pidatonya di Rapimnas IV Partai Golkar di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (30/10/2012).
Ical mengatakan pasangan capres dan cawapres dari Golkar haruslah bisa bekerja sama dengan baik jika jadi memerintah nantinya. Percuma jika dirinya memilih cawapres yang populer tapi tak cocok dalam hal visi kepemimpinan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena kalau kita ingin maju dalam pilpres, tujuannya untuk mensejahterakan rakyat," imbuhnya.
(trq/fjr)











































