Pertama, Suryadharma akan meminta pemerintah Kerajaan Arab Saudi menambah penunjuk jalan berbahasa Indonesia. Hal itu untuk memudahkan jamaah agar tidak tersesat. Penunjuk jalan berbahasa Indonesia sudah ada di Masjid Nabawi, tapi di sekitar Masjidil Haram belum ada.
"Kita akan minta ditambah karena jamaah haji Indonesia terbesar di dunia," kata Suryadharma kepada wartawan seusai rapat evaluasi haji di Mekkah, Selasa (30/10/2012).
Selain itu, lanjut dia, ada beberapa hal yang juga perlu diperbaiki di antaranya masalah transportasi di Armina agar jamaah bisa datang lebih cepat. Untuk di Muzdalifah, pihaknya meminta pemerintah Arab Saudi menyediakan tenda agar jamaah tidak kepanasan.
"Kita juga minta agar kebersihan terutama di Mina agar diperhatikan karena banyak sampah yang berserakan menimbulkan bau dan penyakit. Petugas kebersihan harus ditambah dan toilet juga harus ditambah," katanya.
Dia juga mengusulkan untuk pelaksanaan haji tahun depan identitas nasionalisme jamaah Indonesia agar dipertegas. Pada tahun 2009 seragam jamaah berwarna hijau telur asin. Mulai tahun 2010 hingga tahun ini baju batik karena sudah menjadi pakaian khas Indonesia. Pada tahun 2013 diusulkan ada pakaian seragam tambahan yang bisa membedakan.
"Kalau hanya pakaian putih saja sulit dikenali kalau dilihat dari belakang. Ada tulisan Indonesia atau bendera sebagai identitas Indonesia," katanya.
(bgk/trw)











































