Di Solo Beredar Isu, Azahari Ngumpet di Klaten
Selasa, 14 Sep 2004 17:43 WIB
Solo - Polisi sudah menjanjikan Rp 2 miliar bagi pemberi informasi keberadaan Azahari dan Nurdin Moh Top, dua dedengkot kasus bom. Entah dari mana datangnya, tiba-tiba muncul isu bahwa Dr Azahari sedang berada di Klaten, Jawa Tengah. Isu itu berseliweran sejak Selasa (14/9/2004) dini hari. Informasinya, Azahari sedang berada di sekitar Prambanan, Klaten, dan polisi sedang memburunya. Namun, isu ini tidak terkonfirmasi kebenarannya. Polisi setempat sama sekali tidak bersedia memberikan penjelasan mengenai isu itu, dengan alasan tidak mengetahui pergerakan tim yang dibentuk Mabes Polri untuk menangani kasus tersebut. Untuk diketahui, untuk mengejar dua dedengkot bom itu, Mabes Polri membentuk tim khusus. Selain itu, juga ada isu lain yang beredar di Solo, bahwa Tim Anti-Teror Mabes Polri telah melakukan penangkapan terhadap sejumlah orang yang diduga sebagai terlibat dalam aksi bom di Kedubes Australia. Di Solo dan sekitarnya, isu tersebut santer terdengar di kalangan wartawan. Sejak pagi, beredar kabar ada penangkapan tersangka pemboman di Sukoharjo, Wonogiri dan Sragen. Kabar itu segera dihubungkan dengan pernyataan Mabes Polri bahwa saat ini mereka sedang memburu tiga orang berinisial S, A dan K, yang diduga terlibat dalam peledakan Bom Kuningan.Inisial S segera dihubungkan dengan nama Sudadi yang berasal dari Sukoharjo, salah seorang yang hingga kini masih menjadi buron polisi karena dugaan keterlibatan dalam kasus teror. Pada penggerebekan di rumahnya 30 Juni lalu, polisi menangkap sejumlah lelaki yang tinggal di rumah itu namun Sudadi luput dari penyergapan.Sedangkan A dihubungkan dengan nama Arif Sunarso alias Zulkarnaen, buron kasus bom Bali yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. Menurut penjelasaan Made Mangku Pastika saat itu, dalam struktur Jamaaah Islamiyah (JI) Arif yang berasal dari Sragen itu berkedudukan sebagai Panglima Askar (tentara) JI.Sayang, belum ada pejabat berwenang yang memberikan konfirmasi. Aparat kepolisian di Solo dan sekitarnya mengaku tidak tahu menahu. Padahal, sejumlah media masing menulis bahwa polisi sedang berkeliaran di Solo untuk memburu pelaku bom.
(asy/)











































