Bom Diduga Dipicu 1 Km dari Kedubes Australia dengan Remote
Selasa, 14 Sep 2004 17:37 WIB
Jakarta - Seorang sumber di Puslabfor Mabes Polri yang turut menyelidiki bom Kedubes Australia menduga bahwa bom dipicu dari jarak 1 km dari lokasi. Bom dipicu dengan remote control.Petugas juga menemukan detonator di kolam ikan Kedubes Australia yang terletak di Jl.HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Selasa (14/9/2004). Detonator itu diduga pemicu bom. "Bom kemungkinan dipicu dari jauh. Kemungkinan memakai remote," kata sumber itu.Dijelaskan, suhu saat meledak mencapai 2.000 derajat celcius. Dengan kecepatan ledakan untuk bahan peledak yang berkekuatan tinggi bisa mencapai 7000 meter per detik."Karena itu kemungkinan si pengebom berjarak 1 km dari TKP. Karena bila dalam radius beberapa meter, dia akan terkena akibat kecepatan yang tinggi. Atau kalau tidak, ya ada di sekitar gedung tinggi di sekitar lokasi kejadian, untuk menghindari ledakan dan mengawasi," papar sumber itu.Selain itu, petugas juga telah ditemukan batok kepala manusia yang masih ada sedikit sedikit dan potongan kaki di Menara Gracia, di samping persis Kedubes. Kedua organ manusia itu ditemukan di lantai 5. Menara Gracia mengalami kerusakan parah dalam insiden itu.
(nrl/)











































