"Pelaksanaan haji tahun ini lebih baik di bandingkan tahun sebelumnya, terutama saat pelaksanaan wukuf di Arafah, Muzdalifah dan mabit di Mina," kata Suryadharma Ali kepada wartawan di Mekkah, Selasa (30/10/2012).
Menurut dia jumlah jamaah haji Indonesia sebanyak 211 ribu sehingga tidak mudah mengatur ratusan ribu jamaah yang masuk ke Arab Saudi selama 38 hari. Hal tersebut merupakan mobilitas yang luar biasa, namun tidak ada yang terlantar saat masuk Mekkah. Demikian pula saat di Madinah juga tidak ada yang tertinggal. Semua masuk ke pemondokan dan hotel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan semangat beribadah jamaah Indonesia luar biasa sehingga mengalami kelelahan saat wukuf di Arafah dan melempar jumrah serta Mabit di Mina. Kondisi kesehatan mereka drop sehingga ada yang dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI).
Menurutnya pelayanan kesahatan sangat baik. Jamaah yang wafat 162 orang. Angka itu lebih kecil jika dibandingkan tahun 2011 lalu yang mencapai 188 di waktu yang sama. Sebanyak 388 jamaah dirawat di BPHI.
"Mudah-mudahan sampai akhir pemulangan nanti, kami harapkan angka kematian di bawah tahun lalu, meski soal usia bukan urusan manusia," katanya.
Dia mencontohkan seorang jamaah dari Medan Sumatera Utara berusia 90, berhaji didampingi cucunya berusia 50 tahun. Namun cucunya meninggal sementara dia masih sehat saat ini. "Itu ketentuan Allah yang tidak kita ketahui," katanya.
Mengenai pemondokan lanjut dia, pihaknya berupaya meningkatkan kualitas pelayanan,dari tahun ke tahun. Tahun 2009 jarak terjauh dari pemondokan ke Masjidil Haram jarak terjauh 7 km. Ring I jarak 2.000 meter ke bawah. Sedangkan ring II jaraknya antara 2.000-7.000 meter. Tahun 2010 jarak berkurang menjadi 2.100-4.000 meter. "Itu terus berubah sehingga jarak terjauh 2.500 meter," katanya.
Dia menambahkan untuk transportasi dari Mekkah ke Arafah, Muzdalifah dan Mina juga lebih lancar. Menurutnya lancar bukan berarti bebas macet, namun akan dikoreksi agar jamaah lebih cepat mencapai Armina.
"Memang ada keterlambatan yang disebabkan ketidakdisiplinan sopir. Bis tidak mengambil jamaah dan bis ditinggalkan sopir. Kita akan minta pemerintah Arab Saudi untuk menertibkan sesuai jadwal sehingga jamaah datang lebih cepat," pungkas Suryadharma Ali.
(bgs/fjr)











































