Namun manusia hanya bisa berkehendak, Tuhan yang menentukan. Gubernur DKI Jokowi urung memimpin apel itu dan lebih memilih melepas kepergian Presiden SBY ke London dari Lanud Halim Perdanakusumah daripada berdiri di hadapan anak buahnya.
Tak ada Jokowi, bukan berarti apel bubar bin batal. Selasa (30/10/2012), sekitar pukul 07.00 WIB Kepala Satpol PP DKI Jakarta Effendy Anas mengambil alih posisi Jokowi sebagai pemimpin apel yang berlangsung selama 30 menit itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menjawab berondongan pertanyaan wartawan setelah apel, Effendy membenarkan Jokowi batal memimpin apel karena harus melepas SBY. Jadwal pengarahan Jokowi ke Satuan Satpol PP akan diundur menjadi awal November di Monas.
"Nanti kami akan kerahkan seluruh anggota berjumlah 6.000 lebih. Nanti akan dilaksanakan di Monas. Kalau di sini (Balai Kota) kan maksimal cuma 1.500," kata Effendy tanpa berkeluh kesah.
Sementara itu, pantauan detikcom di Lanud Halim Perdanakusumah, Jokowi sudah terlihat sejak jarum jam menunjuk pukul 06.30 WIB. Pukul 07.20 Jokowi yang mengenakan setelah necis jas hitam bersama menteri-menteri ikut mengantar Presiden SBY bersama Ibu Ani Yudhoyono ke pesawat yang sudah menunggu di landasan.
Setelah pesawat lepas landas, Jokowi meninggalkan Lanud Halim sekitar pukul 07.30 WIB menuju kantor BPKP di Jl Pramuka, Jakarta Timur, untuk meneken MoU kerjasama Pemprov DKI dengan BPKP.
(gah/nrl)











































