"Saya juga mengikuti perbincangan di masyarakat luas, yang akhir-akhir ini hangat diangkat di berbagai forum yaitu tentang pengawalan APBN," ujar Presiden SBY di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (30/10/2012).
SBY mengatakan semangat untuk mengawal menyelamatkan APBN dan APBD harus ada dalam setiap jajaran pemerintah pusat maupun daerah. Menurut SBY ekonomi dunia belum pulih benar, masih banyak ketidakpastian dimasa mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, lanjut SBY, dengan pertumbuhan ekonomi kita terus meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. SBY menyebut APBN Indonesia sudah mencapai Rp 1.683 triliun, lebih besar dibandingkan 2004 dulu yang baru sekitar Rp 400 triliun lebih. Sementara transfer ke daerah sekarang mencapai Rp 528 triliun.
"Oleh karena itu marilah sejak kita susun APBN itu sendiri sebagaimana yang kita tempuh selama ini itu benar, tepat. Kemudian ketika digunakan kita pastikan juga tepat dan benar. Tentu kita tidak ingin ada keterlambatan aliran atau penggunaan APBN karena kehilangan momentum kita, karena bisa tidak tercapai sasaran yang telah kita rumuskan baik-baik pada tahun berjalan itu," imbuhnya.
(ega/mad)











































