"Kita membuka kesempatan kepada teman-teman partai yang tidak lolos untuk bergabung dengan Partai NasDem," kata Ketua Umum Partai Nasional Demokrat, Patrice Rio Capella, kepada detikcom, Selasa (30/10/2012).
Pandangan senada disampaikan Ketua Bapilu Partai NasDem, Ferry Mursyidan Baldan. Menurut Ferry, parpol tidak lolos verifikasi administrasi karena infrastrukturnya belum siap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wajar saja Partai NasDem terus berburu figur-figur berkualitas. Lantaran NasDem membutuhkan cukup kekuatan di Pemilu 2014 untuk mengejar posisi tiga besar.
"Dalam konteks rekrutmen, NasDem menerapkan pola yang terbuka dengan metoda "talent scouting", karena salah satu misi NasDem adalah bahwa kehadiran sebuah partai harus menjadi tools yang mampu merekrut figur yang kapabel, berintegritas dan berkualitas. Bukan justru menjadi tools yang menyingkirkan, apalagi melenyapkan potensi anak bangsa yang mumpuni," tandasnya.
Namun agaknya parpol yang tidak lolos dalam verifikasi administrasi KPU belum berpikir bergabung parpol mana pun. Beberapa parpol yang tak lolos verifikasi administrasi KPU yakni Partai Republik, Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Nasional Republik, dan Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) telah melaporkan KPU ke Bawaslu.
Berikut 18 parpol yang tidak lolos verifikasi administrasi KPU:
1. Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK)
2. Partai Kesatuan Demokrasi Indonesia (PKDI)
3. Partai Kongres
4. Partai Serikat Rakyat Independen (SRI)
5. Partai Karya Republik (Pakar)
6. Partai Nasional Republik (Nasrep)
7. Partai Buruh
8. Partai Damai Sejahtera (PDS)
9. Partai Republika Nusantara (Republikan)
10. Partai Nasional Indonesia Marhenisme (PNIM)
11. Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB)
12. Partai Pengusaha Pekerja Indonesia (PPPI)
13. Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI)
14. Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU)
15. Partai Republik
16. Partai Kedaulatan
17. Partai Bhinneka Indonesia (PBI)
18. Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia (PNBKI)
(van/nrl)










































