Aksi Tim Sapu Jagat untuk Jemaah Haji Indonesia

Laporan dari Arab Saudi

Aksi Tim Sapu Jagat untuk Jemaah Haji Indonesia

Luhur Hertanto - detikNews
Selasa, 30 Okt 2012 08:15 WIB
Aksi Tim Sapu Jagat untuk Jemaah Haji Indonesia
Mekkah - Lima bendera Merah Putih tampak menjulang di tengah lautan jemaah haji dari berbagai negara yang berjubel di Mina, Arab Saudi. Setiap tiang bendera yang berupa tongkat lipat itu, dijaga oleh pria berkemeja warna biru laut lengan panjang dengan rompi hitam.

Apakah mereka pasukan pengibar bendera alias paskibra?

"Oh anggap saja kami ini semacam petugas sapu jagat untuk melayani jemaah haji asal Indonesia," jawab Najamuddin, salah seorang di antara mereka yang detikcom temui di Mina pada Minggu (28/10) malam lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Petugas sapu jagat yang dimaksudkannya adalah tugasnya yang sangat bermacam-macam tergantung kepada kebutuhan jemaah bersangkutan. Mulai dari sekedar memberikan petunjuk arah kepada jemaah haji yang hendak pergi ke Masjidil Haram atau kembali ke maktab dan bila perlu mengantarkannya sekaligus.

"Kan jemaah kita kebanyakan lanjut usia, gampang tersesat. Ada yang menanyakan arah, minta diantar pulang dan ada yang harus kita bawa ke klinik karena kelelahan atau dehidrasi," ujar pria asal Kalimantan Timur ini.

Najamuddin bersama 10 orang petugas lainnya, mengibarkan bendera Merah Putih di lima titik di ruas persimpangan antara Mina dengan Masjidil Haram. Setiap tiga jam selama sesi Armina (Arafah-Mina-Mekkah) mereka bergantian berdiri memegangi tiang bendera sembari mengawasi lalu lalang jamaah mulai selepas salat subuh hingga 24 jam kemudian.

Bila melihat ada jemaah haji asal Indonesia yang lewat, dia segera menyapanya dan mengingatkan agar tidak terpisah dari rombongannya. Berjalan di tengah jutaan orang yang bergerak cepat dan hampir semuanya berpakaian warna putih, memang sangat mudah membuat jemaah haji tercecer dari rombongan.

"Bisa sampai 50 orang yang mampir bertanya arah dalam tiga jam itu," imbuh Najamuddin yang adalah Kepala Kantor Urusan Agama Kec. Gunung Tabor, Kab. Berau, Kalimantan Timur.

Dia tidak mengada-ada. Selama 20 menit berbincang dengan reporter detikcom, Najamuddin kedatangan tiga orang tamu. Pertama adalah TKI asal NTB yang menanyakan lokasi maktab jemaah haji asal NTB, lalu seorang TKI lain yang menyerahkan jemaah haji asal Madura yang ditemukannya tersesat sejak pagi di Masjidil Haram kemudian jemaah haji asal Tunisia yang menunggu teman perjalanannya.

"Cuma bendera Merah Putih yang berkibar di sini, negara lainnya menyusul belakangan. Jadi pos saya ini jadi meeting point dan tempat bertanya juga buat jemaah dari negara lain," papar Najamuddin.

Pernyataannya mengenai tempat bertanya bagi jemaah dari negara lain juga tidak mengada-ada. Perlu diketahui di sepanjang jalur Mina-Masjidil Haram yang menjadi pusat kegiatan jemaah haji sama sekali tidak disediakan pusat informasi oleh pemerintah Arab Saudi.

Memang ada banyak sekali petugas militer dan kepolisian yang disebar di hampir semua penjuru. Namun yang jadi masalah mereka sama sekali tidak dapat berbahasa Inggris dan bila ditanya dalam bahasa Arab sekalipun jawabannya sangat tidak informatif.

(lh/ndr)


Berita Terkait