Mahasiswa YAI-UKI Berulah, Pecah Tawuran Segitiga

Mahasiswa YAI-UKI Berulah, Pecah Tawuran Segitiga

- detikNews
Selasa, 14 Sep 2004 16:38 WIB
Jakarta - Mahasiswa UPI YAI dan UKI kembali tawuran di depan kampus mereka di Jl. Diponegoro, Jakarta Pusat. Bahkan, kini, tawuran berkembang menjadi 'pertempuran' segitiga, karena warga sekitar juga ikut meramaikan suasana. Keributan antara mahasiswa YAI dengan UKI sering terjadi akhir-akhir ini. Hari ini, Selasa (14/9/2004), tawuran memecah kembali mulai sekitar pukul 15.30 WIB. Dua kelompok mahasiswa yang kampusnya bersebelahan ini mengawali bentroknya dengan saling lempar batu di Jl. Diponegoro, depan RS Cipto Mangunkusomo (RSCM). Akibat lemparan batu ini, sejumlah mahasiswa dari kedua belah pihak yang bertikai terluka. Beberapa mahasiswa, tampak kepalanya bocor, berdarah-darah. Beruntung, polisi datang ke lokasi dan membuat benteng untuk memisahkan dua kelompok yang bertikai itu. Para polisi berbekal senjata dan pentungan. Dengan datangnya polisi, situasi pun agak mereda. Namun, sejumlah mahasiswa UKI ada yang lari ke kampung yang berada di belakang kampus. Kehadiran mereka langsung ditolak anak-anak muda dari Kampung Talang itu. Mereka pun mengusir para mahasiswa yang berlarian ke kampung itu. Warga sendiri tampak berbekal batu dan senjata tajam. Warga melempari para mahasiswa dengan batu. Akibat tawuran ini, Jl. Diponegoro, ditutup untuk lalu lintas kendaraan sejak pukul 15.30 WIB. Sampai berita ini diturunkan, akibat ditutupnya Jl. Diponegoro, kemacetan terjadi di sekitar Megaria. Saat terjadi tawuran, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Firman Gani sempat terisolasi di RSCM. Saat itu, Kapolda sedang mengunjungi korban luka akibat bom Kedubes Australia. Namun, dengan bantuan sejumlah aparat keamanan, Kapolda berhasil meninggalkan RSCM. Sampai pukul 16.30 WIB, meski aksi lempar batu sudah mereda, namun situasi tegang masih terlihat. Aparat kepolisian masih berdiri di antara dua kelompok mahasiswa. Sedangkan, kedua kubu mahasiswa masih bertahan di Jl Diponegoro, di depan kampusnya masing-masing. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads