Gubernur DKI, Joko Widodo (Jokowi) telah meninjau calon lokasi ruang kreatif publik yang mengacu pada Orchard Road di Singapura. Rencana Jokowi ini harus tetap mengacu pada rencana tata ruang kota.
"Memang harusnya seperti itulah (ada ruang kreatif publik), orang-orang harus punya area publik. Untuk melakukan interaksi. Tapi tetap harus mengacu pada rencana tata ruang," kata pengamat perkotaan, Yayat Supriyatna, saat berbincang dengan detikcom, Selasa (30/10/2012).
Seperti diketahui sebelumnya, daerah yang akan dijadikan ruang kreatif publik oleh Jokowi adalah kawasan Blok M dan Thamrin. Jokowi jalan kaki di kawasan Taman Ayodya ke Taman Barito, di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Kemudian mantan wali kota Solo itu menuju mal Thamrin City di Jalan Kebon Kacang sekitar pukul 16.30 WIB, Senin (29/10).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagaimana mengembangkan dan mendisain itu hal yang penting. Menarik jika bisa dikembangkan. Akan tetapi semua konsep dan rencana harus memperhatikan daya dukung lokasi," ujar planolog Universitas Trisakti itu.
Senada dengan pendapat Yayat, pengamat politik, Siti Zuhro juga memberikan respon positif akan rencana Jokowi membuat ruang kreatif publik. Siti berharap Jokowi mendahulukan keperluan-keperluan yang mendesak. Salah satunya dengan menciptakan lingkungan yang sehat.
"Ya itu bagus (ada ruang kreatif publik). Tapi yang emergensi dan perlu dilakukan terlebih dahulu adalah bagaimana menciptakan environment yang sehat," kata pengamat dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu.
Menurutnya, beberapa hal yang bisa dilakukan Jokowi untuk menciptakan lingkungan sehat adalah dengan menerapkan kembali peraturan daerah merokok sembarangan, menata ruang khusus pejalan kaki, dan menertibkan pedagang kaki lima yang berdagang di trotoar-trotoar.
(mok/mok)










































