AS & Rusia Diam-diam Pindahkan Uranium dari Uzbekistan
Selasa, 14 Sep 2004 16:28 WIB
Jakarta - Amerika Serikat dan Rusia telah melakukan operasi rahasia pekan lalu untuk memindahkan bahan uranium berbahaya dari Uzbekistan, bekas republik Uni Soviet. Demikian diumumkan Departemen Energi Amerika Serikat.Menteri Energi AS Spencer Abraham mengatakan, operasi yang berlangsung sehari itu sangat penting untuk peningkatan keamanan internasional. Operasi tersebut dilakukan secara diam-diam pada Kamis (9/9/2004) lalu.Penemuan dan pemindahan uranium itu disebut sebagai keberhasilan penting dalam kampanye AS mengurangi materi berbahaya tersebut dari dunia. Demikian menurut Abraham seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (14/9/2004).Operasi tersebut menargetkan 11 kilogram bahan bakar uranium yang telah mengalami proses pengayaan, termasuk uranium berkadar tinggi yang bisa digunakan untuk memproduksi senjata nuklir. Uranium tersebut dibawa ke Uzbekistan ketika masa-masa kekuasaan Soviet."Ini hanya berkat kerja sama kuat pemerintah Uzbekistan dan Rusia sehingga kami bisa berhasil menyelesaikan misi keamanan internasional yang penting ini," demikian ditegaskan Abraham.Selama proses pemindahan berlangsung, uranium itu dimuat ke dua kontainer khusus yang disediakan Rusia. Kemudian dibawa ke bandar udara di luar Tashkent, ibukota Uzbekistan, dan diterbangkan di bawah pengawalan ke sebuah fasilitas nuklir aman di kota Dmitrovgrad, Rusia.Pemerintah Rusia telah setuju untuk melebur material tersebut menjadi uranium rendah yang bisa digunakan dalam pembangkit listrik. Seluruh prosedur dimonitor langsung oleh tim pengawas dari badan nuklir PBB alias Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) dan pakar-pakar teknis AS.
(ita/)











































