Koma Pasca Bom Kedubes
Elizabeth Buka Mata & Menangis
Selasa, 14 Sep 2004 16:02 WIB
Jakarta - Setelah berhari-hari tidak sadarkan diri akibat ledakan bom di depan Kedubes Australia, Elizabeth Manuela Bambina Musu (5) akhirnya siuman, Selasa (14/9/2004). Begitu membuka mata, dia langsung menangis.Ketika dia sadar, Emmanuel Musu (31), pria warga negara Italia yang mengklaim ayah sah bocah itu, berada di samping tempat tidurnya. "Dia membuka matanya dan melihat kepada saya," kata Emmanuel. "Saya memberinya banyak pertanyaan tentang kondisinya dan dia menjawab ya, ya, menggerakkan kepalanya dan dia memandang saya," cerita Emmanuel."Pertama kali dia membuka matanya, dia menangis," sambung pria yang bekerja sebagai satpam di sebuah bank di Verona, Italia, ini.Alat bantu pernafasan Manny, panggilan bocah itu, telah dipindahkan pagi tadi dan dia bernafas secara alami. "Dia juga bicara dengan Enrico Musu (ayah Emmanuel)," kata dr Ng Puang Yong, dari RS Mt Elizabeth, tempat Manny dirawat sejak Jumat lalu (10/9).Manny dibawa ke Singapura atas tanggungan pemerintah Australia, karena per 1 September 2004, Manny adalah warga negara Negeri Kangguru. Pihak RS MMC di Jakarta, tempat Manny dirawat sebelumnya, menyebutkan bahwa Manny diterbangkan ke Singapura atas permintaan orangtuanya. Siapa orangtua Manny yang dimaksud, MMC menolak menyebutnya. Sedangkan warga Australia yang mengklaim sebagai ayah Manny adalah David Norman (25), seorang petugas polisi di Sydney.
(nrl/)











































