KPK Buka Penyelidikan Baru Kasus Wa Ode, Siapa Terjerat?

KPK Buka Penyelidikan Baru Kasus Wa Ode, Siapa Terjerat?

- detikNews
Senin, 29 Okt 2012 16:13 WIB
KPK Buka Penyelidikan Baru Kasus Wa Ode, Siapa Terjerat?
Jakarta - Wa Ode Nurhayati memang sudah mendapatkan vonis 6 tahun di tingkat pengadilan negeri. Tapi kasus suap DPID yang menjerat politisi PAN ini masih terus dikulik KPK. Penyelidikan baru dibuka. Siapa terjerat?

Terkait dengan penyelidikan baru ini, KPK hari ini memanggil staf Wa Ode, Sefa Yolanda. Perempuan yang sudah pernah diperiksa oleh penyidik maupun majelis hakim ini, hari ini hadir menjalani pemeriksaan.

"(Dia diperiksa) Dalam rangka untuk mengembangkan kasus yang berkaitan dengan Wa Ode. Beberapa informasi di persidangan yang lalu KPK membuka penyelidikan baru. Hari ini ada pihak yang dipanggil, Sefa Yolanda. Yang bersangkutan hadir," ujar Johan di kantornya, Jl Rasuna Said, Jaksel, Senin (29/10/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun Johan mengunci rapat-rapat keterangannya mengenai ke arah mana penyelidikan baru ini. Johan hanya memberi clue bahwa apa yang KPK bisa merunut dari pengakuan terdakwa.

"Kalau arahnya ke mana itu sudah materi, tapi yang pasti penyelidikan KPK di mana informasi yang muncul dari saksi di bawah sumpah dan oleh terdakwa sendiri," papar Johan.

Baik semasa penyidikan maupun saat diadili di persidangan, Wa Ode berkali-kali mengatakan seharusnya bukan cuma dia yang dijerat KPK dalam perkara tersebut. Wa Ode mengatakan banyak saksi dalam sidang yang menyebutkan keterlibatan empat anggota pimpinan Banggar DPR saat itu, yakni Tamsil Linrung, Melchias Marcus Mekeng, Olly Dondokambey, dan Mirwan Amir, dalam penentuan daerah penerima alokasi DPID.

Selain itu, sebelumnya Ketua KPK Abraham Samad juga pernah membuat pernyataan terkait siapa tersangka baru dalam kasus Wa Ode. Abraham menyebut orang itu adalah Haris Surahman, penghubung antara dua tersangka Fahd Rafiq dan Wa Ode.

"Sebentar lagi dinaikkan ke penyidikan," kata Ketua KPK, Abraham Samad saat ditanya soal status Haris Andi Surahman, di sela-sela RDP dengan Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/6/2012).



(fjr/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads