Kampanye Pilpres II di Bali Sepi
Selasa, 14 Sep 2004 15:37 WIB
Denpasar - Berbeda dengan kampanye pemilu legislatif, tidak satu pun atribut pasangan capres-cawapres terpasang di sepanjang jalan-jalan protokoler di Denpasar.Dana kampanye dialihkan untuk membiayai saksi.Berdasarkan pantauan detikcom di Denpasar, Selasa (14/9/2004),tidak ada atribut kampanye seperti baliho, spanduk, poster atau stiker yang terpasang atau tertempel di jalan-jalan protokol Denpasar seperti, Jalan Sudirman, Jalan Teuku Umar, Jalan Diponegoro, Jalan Imam Bonjol. Bahkan, kawasan wisata Kuta juga bebas dari atribut ajakan untuk memilih dua kandidat tersebut.Atribut semacam itu, juga tidak tampak di Sekretariat DPD PDIP Bali, Jalan Banteng dan Sekretariat Tim Kampanye SBY-Kalla Provinsi Bali, Jalan Ngurah Rai Sanur.Uniknya, Baliho bergambar Mega Hasyim berukuran 4X6 meter terpampang di depan Sekretariat DPD Partai Golkar, Jalan Suropati. Di kanan dan kiri Baliho terpasang bendera beberapa partai yang tergabung dalam Koalisi Kebangsaan, yakni bendera Partai Golkar, PDIP, PDS,PPP, PKPB, PBR dan PNI Marheinisme.Ketua Tim Kampanye SBY-Kalla, Jro Gede Karang Tangkid Suarsana kepada detikcom mengatakan dana kampanye pilpres putaran kedua tidak digunakan untuk membuat atribut kampanye. Dana sepenuhnya digunakan untuk membiayai saksi pilpres yang berjumlah sekitar 9.400 saksi. "Dana secukupnya untuk saksi. Tidak ada dana untuk membuat baliho, stiker dan spanduk karena tidak ada dana khusus untuk itu," ungkap Suarsana.Namun demikian, kata Suarsana, pihaknya telah menginstruksikan agar jajarannya memasang sisa atribut pemilu legislatif. "Jika tidak ada ya tidak masalah," imbuhnya.Kampanye pilpres putaran kedua berlangsung tiga hari, terhitung sejak 14 September hingga 16 September 2004. Kampanye diisi dialog capres dan cawapres mempertajam visi dan misi sang kandidat. Tidak ada debat capres dan pengerahan massa.
(aan/)











































