Belasan Ribu Kartu Pos Megawati Beredar di Riau
Selasa, 14 Sep 2004 15:27 WIB
Pekanbaru - Belasan ribu kartu pos bergambar Presiden Megawati Soekarnoputri ditemukan di Dumai, Riau. Kartu itu ditujukan kepada aparatur negara dan kini disita pihak Panwaslu Riau.Ketua Koordinator Bidang Penyelesaian dan Sengketa Panwaslu Riau, M Saeri, mengungkapakn hal itu kepada detikcom, Senin (13/9/2004) di ruang kerjanya Jl Gajahmada, Pekanbaru.Menurut Saeri, kartu pos yang diduga dikirimkan oleh tim sukses Mega-Hasyim ditujukan kepada aparatur negara dalam hal ini kepala desa dan lurah. Untuk tahap awal, pihaknya menemukan kartu pos tersebut di empat keluruhan di Kota Dumai, terpaut 100 km arah utara dari Pekanbaru."Kita telah mengumpulkan barang bukti itu. Sekitar belasan ribu kartu pos yang masih dalam karung kita amankan. Tidak tertutup kemungkinan pengiriman kartu pos ini dibagikan ke seluruh lurah dan kepala desa di Indonesia," kata M Saeri.Kartu pos sebagaimana yang disaksikan detikcom, tidak terlihat alamat pengirimnya. Amplop berwarna putih dengan gambar Megawati itu berisikan kartu pos yang bertuliskan visi dan misi Mega dalam memimpin lima tahun ke depan.Di balik visi dan misi juga terlihat gambar Megawati ketika mengunjungi korban kerusahan Sampit. Dalam gambar itu Mega sedang berdialog dengan ibu-ibu korban kerusahan Sampit dibarengi dengan keterangan foto dari media nasional Kompas pada Maret 2001. Amplop putih itu juga terlihat tanggal pengirimannya pada 5 September 2004.Menurut M Saeri, untuk tahap awalnya, pihaknya menyatakan telah terjadi kampanye di luar jadwal. Hanya saja Panwaslu belum bisa menentukan apakah kartu pos tersebut telah mengandung unsur pelanggaran UU No 23 tentang Pemilu."Untuk melihat apakah kartu pos itu telah melanggar UU No 23 tentang pemilu, kita sedang melakukan pengkajian lebih dalam. Untuk tahap awal, kita menyatakan, kartu pos tersebut kita indikasi kampanye di luar jadwal," katanya.Sehubungan dengan beredarnya kartu pos tersebut, menurut Saeri, pihaknya akan memanggil tim sukses Mega-Hasyim di Riau guna dikonfirmasi. Ia menjelaskan, belasan ribu kartu pos itu ditemukan pada tanggal 10 September 2004 di empat kelurahan di Dumai.Setiap kelurahan menerima 150 eksemplar kartu pos yang akan dibagikan ke seluruh warganya. "Namun, sebagian warga yang menerima kartu pos tersebut ada yang merasa keberatan sehingga melaporkan ke pihak Panwaslu," kata M Saeri.
(nrl/)










































