"Memang betul dia (Davit) sekolah di sini, siswa kelas tiga. Kesehariannya dia merupakan siswa yang baik dan senang bergaul," ujar Kepala Sekolah Tri Arga 1, Sri Suhainingsih, kepada wartawan di gedung sekolah SPM Tri Arga 1, Jalan HH, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (29/10/2012).
Meski tidak memiliki prestasi di bidang akademik, Davit dikenal sebagai pribadi yang sopan pada guru dan akrab dengan siswa yang lain. Dia pun mengaku terkejut dengan berita penangkapan terhadap salah satu muridnya tersebut.
"Sebagai kepala sekolah, saya sedih mendengar berita ini," ucapnya.
Sampai saat ini, Sri belum bisa memastikan apakah Davit akan dikeluarkan dari sekolah atau tidak. Dirinya belum mau memberikan pernyataan.
Pada Sabtu (27/10) Densus 88 menggerebek sejumlah terduga teroris di wilayah di Indonesia. Salah satunya di Palmerah. Saat itu polisi menangkap 3 orang yakni Davit, Herman, dan Sunarto. Namun menurut keluarga, ada satu orang lagi yang ditangkap yakni Basyir, namun polisi tidak pernah menyebut namanya.
(riz/nrl)











































