BNN Ungkap Sindikat Internasional Dengan Modus Koper Hilang di Bandara

BNN Ungkap Sindikat Internasional Dengan Modus Koper Hilang di Bandara

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Senin, 29 Okt 2012 12:36 WIB
BNN Ungkap Sindikat Internasional Dengan Modus Koper Hilang di Bandara
Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan Policia Nacional De Timor Leste (PNTL) mengungkap kasus penyelundupan narkoba di Timor Leste. Dari pengungkapan kasus tersebut, BNN berhasil menangkap 5 kurir sindikat international.

"Kita bekerja sama dengan polisi Timor Leste yang dipimpin oleh Kepala divisi Kriminal Calisto Gonzaga dari Nacional De Timor Leste menangkap 5 orang yang terdiri 4 WNI dan 1 WN Nigeria," ujar kepala Deputi Tindak Pemberantasan Narkoba, Irjen Benny Mamoto, di kantor BNN, Jalan MT Haryono No 1, Cawang, Jakarta Timur (29/10/2012).

Benny mengatakan inisial kelima tersangka yaitu RS, SY, AG, AT, dan satu WN Nigeria yang berinisial ST. Mereka menurut Benny, merupakan sindikat narkoba international dari jaringan WN Nigeria.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terungkapnya kurir dari sindikat jaringan WN Nigeria. Dan ini merupakan salah satu wujud bukti nyata implementasi MOU BNN dengan Timor Leste yang ditandatangani pada tahun 2010," ujarnya.

Benny menjelaskan masuknya peredaraan narkoba ke Indonesia banyak dilakukan melalui pintu gerbang baik resmi, maupun tidak resmi.

"Dalam peredaraan narkoba jaringan international tersebut selalu memanfaatkan celah-celah di daerah perbatasan, baik yang transit sebelum negara tujuan maupun terbang dari negara asal. Kita fokus karena karena kita mendapati mereka selalu melakukan transit," jelasnya.

Benny mengatakan dengan terungkapnya peredaraan narkoba ini pihaknya berharap dapat menekan peredaraan narkoba di Indonesia.

"Ya, kita berharap dengan ada ini kita bisa menekan peredaraan narkoba. Dan kita akan tingkatkan kewaspadaanya,"

Sementara itu, Kepala Divisi Kriminal PNTL, Calisto Gonzaga mengatakan pihaknya dalam pengungkapan jaringan narkoba tersebut membantu proses penangkapan para tersangka yang kemudian diserahkan ke BNN.

"Pada 3 minggu yang lalu kita telah mendapatkan informasi dari BNN adanya sindikat narkoba dengan terus bertukar informasi dengan penyidik BNN bahwa mereka merupakan buronan sindikat narkoba. Kami berhasil menangkap mereka ketika melewati perbatasan area kontrol di Timor Leste," kata Calisto.

Calisto menuturkan dengan adanya kerjasama seperti ini pihaknya dapat menjalin pemberantasan jaringan international narkoba.

"Dengan pola pengungkapan sindikat narkona yang berusaha untuk memasuki area kita, kita sudah punya jaringan bagus dapat kita tingkatkan," pungkasnya.

Sebelumnya, BNN beserta polisi Timur Leste berhasil menangkap 5 tersangka pengedar sabu seberat 6,7 Kg. Menurut BNN mereka menggunakan modus baru, yaitu dengan modus koper hilang saat transit di Bandara.

"Dari hasil pemeriksaan mereka menggunakan rute Medan-Jakarta-Kupang-Atambua-Dili," kata Deputi Penindakan BNN, Irjen Pol Benny Mamoto, di Gedung BNN, Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Kamis (25/10) lalu.

Benny mengatakan, ketika mereka transit, mereka mengaku kopernya hilang. Mereka lalu mendapat tanda laporan hilang. Selanjutnya mereka terbang ke Dili, sesampainya di Dili, mereka masuk ke bagian lost and found dan mengklaim koper tersebut miliknya.

"Lalu maskapai akan menelusuri koper hilang tersebut. Ketika koper dia sudah aman dia akan mengklaim itu milik mereka. Kalau keburu ketahuan petugas, mereka tidak akan mengklaim kopernya," ujar Benny.

(edo/rmd)


Berita Terkait