Sosok Basyir yang Misterius di Palmerah

Kasus Penyergapan Teroris

Sosok Basyir yang Misterius di Palmerah

- detikNews
Senin, 29 Okt 2012 12:40 WIB
Sosok Basyir yang Misterius di Palmerah
Jakarta - Ada yang mengundang pertanyaan dalam penangkapan terduga teroris di Palmerah, Jakarta Barat. Keluarga terduga teroris David dan Herman, menyebut sosok Basyir yang tidak pernah diungkap polisi. Padahal saat penangkapan adik kakak David dan Herman, Basyir, pria asal Jawa Timur juga diamankan.

"Dia datang dari Jawa Timur, kenal sama anak saya lewat Facebook. Dia menginap dua malam, malam takbiran dan malam Sabtu," kata ibunda David dan Herman, Siti Maryam, saat jumpa pers di Kantor Tim Pengacara Muslim (TPM) di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Senin (29/10/2012).

Basyir ikut ditangkap pada Sabtu (27/10) di rumah mereka di Palmerah. Tapi anehnya, polisi hanya menyebut nama David, Herman, serta Sunarto, tetangga mereka terkait jaringan terorisme. Basyir tak disebut. Lantas ke mana Basyir?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Basyir itu katanya mau cari kerja di Bekasi. Orangnya biasa saja, umur sekitar 20-an tahun. Tidak ada jenggot dan rambutnya cepak," terang Maryam.

Maryam bertutur, kedua anaknya sama sekali tidak terlibat kelompok apapun. Kehidupan agama mereka pun biasa-biasa saja. "Waktu polisi katanya di TV nyita koper, itu nggak ada. Di dalam kamar anak saya cuma ada peralatan biasa saja, nggak ada apa-apa," jelas Maryam.

Senada dengan Maryam, Sunardi yang merupakan saudara kembar Sunarto juga menyebut sosok Basyir. Pria itu sempat bertamu ke rumah mereka, tapi tidak sempat menginap.

"Narto itu cuma aktif di Majid Kebon Kacang, dia juga biasa-biasa saja agamanya. Dia kerja di ekspedisi, dan tidak pernah aktif di organisasi apa pun. Narto punya sakit migrain dan vertigo," terang Sunardi.

Pengacara Achmad Michdan menegaskan siapa sosok Basyir harus diungkap. Basyir datang dari Jatim dan membawa sebuah tas. "Harus disikapi Densus siapa Basyir, apakah dia agen susupan yang mendiskreditkan Islam?" ujar Michdan.

Pada Sabtu (27/10) Densus 88 menggerebek sejumlah terduga teroris di wilayah di Indonesia. Salah satunya di Palmerah. Saat itu polisi menangkap 3 orang yakni David, Herman, dan Sunarto. Namun menurut keluarga, ada satu orang lagi yang ditangkap yakni Basyir, namun polisi tidak pernah menyebut namanya.


(ndr/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads