"Saya mengingatkan agar semua kader, termasuk mereka yang berada di lembaga legislatif dan lembaga eksekutif menghindarkan diri dari sikap dan perilaku kurang pantas, tercela, atau melanggar hukum," kata Ical.
Hal itu disampaikannya dalam pidato pembukaan Rapimnas IV Partai Golkar di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (29/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Walaupun hal negatif tersebut bersifat perseorangan dan tidak melibatkan kelembagaan partai, namun dampaknya pasti berimbas ke citra partai juga," kata Ical.
Seperti diketahui, beberapa kader Partai Golkar tersangkut kasus hukum, khususnya korupsi. Salah satu yang terbaru adalah anggota Fraksi Golkar DPR Zulkarnaen Djabbar yang ditetapkan KPK menjadi tersangka dalam kasus korupsi pengadaan Alquran di Kemenag.
Beberapa waktu lalu, nama Ketua DPP Golkar Aziz Syamsuddin juga disebut oleh mantan Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis, dalam persidangan. Yulianis menyebut Aziz sebagai link Grup Permai untuk mendapatkan proyek-proyek DPR. Atas penyebutan itu, Aziz Syamsuddin sudah membantah.
"Aziznya Aziz siapa? Ejaannya saja salah. Kita lihat saja perkembangannya," kata Aziz, Kamis (11/10) lalu.
Selain itu, dalam rilis Seskab Dipo Alam, Golkar juga disebut sebagai partai yang memiliki kader bermasalah hukum paling banyak. Namun Wasekjen Golkar Tantowi Yahya menyebut rilis itu penuh muatan politis.
"Sangat terasa aroma politiknya, khususnya di saat elektabilitas Golkar yang konsisten di atas," ujar Tantowi, Sabtu (29/9).
(trq/rmd)











































