BPK 2 Kali Berturut-turut Nilai Anggaran MA 'Wajar dengan Pengecualian'

BPK 2 Kali Berturut-turut Nilai Anggaran MA 'Wajar dengan Pengecualian'

- detikNews
Senin, 29 Okt 2012 10:24 WIB
BPK 2 Kali Berturut-turut Nilai Anggaran MA Wajar dengan Pengecualian
Prof Gayus Lumbuun dan Djoko Sarwoko
Jakarta - Seruan hakim agung Prof Gayus Lumbuun soal audit anggaran Mahkamah Agung (MA) bukan tanpa alasan karena banyak kejanggalan. Meski dia harus diusir oleh Ketua Muda Mahkamah Agung (MA) bidang Pidana Khusus, Djoko Sarwoko.

"Silakan kalau mau audit dari luar. Lho tiap tahun kan diaudit dari BPK. Bisa tersinggung nanti BPK hasil auditnya diragukan," kata Djoko Sarwoko saat ditemui detikcom di ruang kerjanya akhir pekan lalu.

Berdasarkan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester I 2012 yang didapat detikcom dari situs BPK, Senin (29/10/2012), MA dua kali berturut-turut mendapat predikat pengelolaan anggaran 'Wajar dengan Pengecualian' atau WDP. Predikat ini didapat pada 2010 dan 2011. BPK memberikan contoh kejanggalan antara lain:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kasus- kasus kelemahan sistem pengendalian pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja tersebut di antaranya di MA perencanaan kegiatan tidak memadai, pengelompokan jenis belanja pada saat penganggaran tidak sesuai dengan kegiatan yang dilaksanakan senilai Rp 1.137,10 juta," demikian tulis BPK dalam halaman 76.

Dalam 2011 tersebut tertulis kekuangan peneriman sebesar Rp 516,19 juta, ketidakhematan sebesar Rp 303,3 juta, dan ketidakefektifan sebesar Rp 414,08 juta.

Seperti diketahui pernyataan hakim agung Prof Gayus Lumbuun soal kondisi yang ada di Mahkamah Agung (MA) membuat gerah pimpinan MA. Pernyataan Gayus yaitu soal anggaran MA yang dinilai tidak transparan dan pengelolaannya tidak profesional.

"Perlu ada pengawasan eksternal terhadap kebijakan anggaran yang digunakan di MA. Kalau perlu diaudit," lanjut Gayus.

Menanggapi pernyataan Gayus, Jubir MA Djoko Sarwoko mempersilakan Gayus keluar jika tidak suka dengan kondisi MA. "Menurut saya jika dia tidak suka dengan kondisi MA sekarang ya keluar sajalah. Daripada membangun permusuhan dan kinerja MA tidak kondusif," kata Djoko Sarwoko.

Sedangkan Sekretaris MA Nurhadi merespon Gayus lebih keras. Dia bahkan melabrak Gayus.

"Saya nggak pernah takut sama siapa pun, karena saya clean. Saya nggak peduli, saya labrak betul (Gayus Lumbuun) karena saya clean. Saya jamin satu rupiah pun saya tidak punya pikiran untuk main-main terutama dalam anggaran. Kalau eselon I ketahuan (korupsi) sama saya, saya amputasi," kata Nurhadi.

(/)


Berita Terkait