"Nggak ada ampun. Nanti dilihat dulu dan ditindak tegaslah pokoknya," kata Jokowi saat dimintai komentar tentang stafnya yang datang telat ke kantor.
Hal ini disampaikan Jokowi usai memimpin upacara Hari Sumpah Pemuda di Lapangan Irti, Monas, Jakarta, Senin (29/10/2012).
Jokowi yang didampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memimpin Hari Sumpah Pemuda.
Saat memberikan sambutan, Jokowi sempat keseleo lidah. Ia menyebut Sumpah Pemuda 1908, padahal Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.
"Kiranya spirit Sumpah Pemuda 1908 dapat melanjutkan tugas-tugas pengabdian kepada bangsa dan negara," ujar Jokowi yang mengenakan batik Korpri itu.
Jokowi tidak meralat pernyataannya dan terus membaca teks sambutannya.
(aan/ndr)











































