Korban Tragedi 1965 Kirim Somasi ke Istana
Selasa, 14 Sep 2004 13:55 WIB
Jakarta - Korban tragedi 1965 mendatangi Istana Negara hari ini, Selasa (14/9/2004) mereka ingin bertemu langsung dengan Mega. Tujuan kedatangan mereka adalah untuk mengirimkan somasi kepada Presiden Megawati Soekarnoputri. Oleh pihak protokol, mereka disarankan untuk ke Sekretariat Negara (Setneg) di Jl Veteran, Jakarta Pusat. Pihak Setneg menyatakan Mega tidak bisa menemui mereka karena sibuk. Akhirnya, somasi diserahkan kepada staf Sekretariat Presiden, Rohim.Dalam somasinya, korban tragedi 1965 yang menyebut diri mereka warga yang menajdi korban tuduhan terlibat maupun tidak terlibat dalam PKI mengajukan tiga permintaan. Permintaan pertama, meminta pemerintah mencabut seluruh peraturan perundang-undangan yang menghambat hak ekonomi, sosial, budaya dan politik khususnya korban G30-S/PKI. Mereka juga meminta Presiden mengeluarkan Keputusan pemulihan warga negara yang menjadi korban tuduhan atau fitnah PKI. Terakhir, meminta Presiden memerintahkan seluruh instansi dan badan pemerintahan untuk mendata dan mengembalikan hak-hak korban sesuai dengan inflasi rupiah atau harga emas.Kuasa hukum para korban, Uli Parulian Sihombing yang juga Direktur LBH Jakarta mengatakan somasi akan dikirim kepada Mega dan dua orang mantan presiden yakni Soeharto dan Habibie. Mega, Soeharto, dan Habibie diberi waktu tujuh hari. Jika tidak ditanggapi mereka akan mengirim somasi ke dua, jika masih tidak ada tanggapan juga kasus ini akan dibawa ke pengadilan.
(dit/)











































