Pasar Malam di Yangon: Balon, Batik, Lemang, Hingga Kecoa Goreng

Laporan dari Myanmar

Pasar Malam di Yangon: Balon, Batik, Lemang, Hingga Kecoa Goreng

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Senin, 29 Okt 2012 02:00 WIB
Yangon, - Beberapa hari lagi masyarakat Myanmar akan mengadakan festival Full Moon yang tepatnya akan jatuh pada hari Selasa 30 Oktober 2012 mendatang. Masyarakat yang berkumpul di Township, Yangon, merayakan festival itu dengan mengadakan pasar malam selama 5 hari.

Pasar malam di Yangon sama halnya dengan pasar malam yang ada di Jakarta atau berbagai tempat di Indonesia. Para pedagang akan berkumpul di jalan dan menjajakan barang dagangannya. Barang-barang yang dijual juga tidak jauh berbeda dengan Indonesia seperti baju, makanan khas Myanmar, daging dan ayam goreng bakar.

Tidak banyak yang mengetahui bahwa Yangon tidak lagi menjadi ibukota Myanmar. Adalah kota Nayphytaw yang berjarak satu jam dari Yangon jika menggunakan pesawat, yang saat ini menjadi ibukota pemerintahan Myanmar. Di sana terhadap kantor kepresidenan dan kantor Parlemen Myanmar. Denyut kota Yangon juga tidak begitu panjang, setiap pukul 23.00 waktu setempat, maka kota ini akan terhenti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat detikcom berjalan-jalan di pasar malam itu, Minggu (28/10/2012), di sisi jalan-jalan telah ramai para pedagang yang menggelar lapak-lapaknya. Salah satunya es tebu yang dijajakan oleh Thien warga Yangon. Thien menjual es tebunya pergelas dengan harga 400 Kyat atau jika dikonversi ke mata uang Indonesia menjadi Rp 4.000.

Perlu diketahui, tidak semua warga Myanmar atau Yangon mengerti berbahasa Inggris dan dapat menulis dengan huruf latin. Kadangkala jika komunikasi tidak terhubung, maka pendatang yang berasal dari luar negeri akan menggunakan bahasa isyarat atau membawa sebuah notebook dan pulpen untuk bisa berkomunikasi.

Thien menjelaskan pasar malam ini dilaksanakan untuk menyambut festival Full Moon. "Lima hari," kata Thien sambil mengangkatnya tangannya dan menunjukkan angka lima.

Menariknya, saat berjalan-jalan di pasar malam itu, detikcom melihat seorang pedadang menjajakan nasi yang terbungkus dengan bambu. Di Indonesia, jenis makanan itu disebut lemang. Sayangnya pedagang itu tidak dapat berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris sehingga tidak diketahui apa nama makanan yang mirip dengan lemang itu.

Lebih menarik lagi, seorang pedagang baju menjajakan kain batik di pasar malam itu. Awalnya dari kejahuan tidak terlihat jelas kain batik tersebut karena mirip dengan kain khas Myanmar yang bernama longji. Namun jika dilihat dari dekat, kain itu berupa batik dan tertulis dalam pembungkusnya adalah 'Batik Widuri'.

Malam sebelumnya, detikcom sempat melihat makan yang lumayan unik. Makanan unik itu berupa kecoa goreng dan dijual dengan sistem timbangan. Berminat mencoba kecoa goreng khas Myanmar?

(tfq/van)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads