"Indonesia bisa menempuh jalur diplomasi lewat pendidikan," kata Guru besar Universitas Sepuluh November (ITS), Budisantoso Wirjodirdjo saat bertemu dengan detikcom di Yangon, Myanmar, Minggu (28/10/2012).
Budisantoso yang mengajar di Fakultas Teknik Industri datang ke Myanmar untuk melakukan kerjasama pertukaran mahasiswa dengan Universitas Yangon. Menariknya, Universitas Yangon ditutup oleh pemerintah militer pada sepuluh tahun yang lalu dan baruakan dibuka kembali oleh pemerintah saat ini pada Bulan Desember mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Budisantoso, dengan mengadakan kerjasama pendidikan dengan Mnyanmar, maka mahasiswa-mahasiswa terpilih di Myanmar akan ke Indonesia dan belajar. efeknya, dalam beberapa puluh tahun ke depan mahasiswa Myanmar yang kembali ke negaranya akan menduduki posisi penting dan itu akan mebantu mempererat diplomasi Indonesia.
"Pastinya mereka akan membantu Indonesia ke depannya," terangnya.
Detikcom mencoba mencari alasan-alasan penutupan lembaga pendidikan itu, Sayangnya akses menuju ke pemerintah Myanmar tertutup. Sejak dua tahun lalu, pusat pemerintahan Myanmar telah dipindahkan ke Nayphytaw. Universits Yangon sendiri berada di kota Yangon dan merupakan slah satu universitas negeri yang besar di sana.
(/)











































