Dephan: Polri Kecolongan Bom di Kedubes Australia
Selasa, 14 Sep 2004 13:13 WIB
Jakarta - Dirjen Strategi Departemen Pertahanan Mayjen TNI Sudrajad mengakui aparat kepolisian kecolongan atas insiden bom di depan Kedubes Australia. Bom tidak terkait pilpres putaran kedua."Kita sudah menduga akan ada ancaman terhadap Kedubes Australia dan Amerika Serikat sehingga ada kekuatan polisi di sana. Tetapi yang mengejutkan dan diluar dugaan, pelaku menggunakan metode baru dengan mobil bom yang sambil berjalan sehingga belum sempat polisi menginvestigasi bom sudah meledak," papar Sudrajat usai menghadiri peluncuran buku berjudul Pesan Untuk Presiden 2004-2009 di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (14/9/2004).Lebih lanjut, Sudrajat mengatakan serangan terorisme selalu mengejutkan dan mendadak. "Setiap negara di dunia ini selalu kecolongan. Jadi kita juga kecolongan dan itu memang kenyataannya," ujar Sudrajat.Pola teroris, lanjutnya, selalu mencari kesempatan dimana ada titik-titik kelemahan. Bahkan, di Kedubes Australia yang dijaga satu regu polisi dan tetap kecolongan.Ketika ditanya tujuan serangan bom terkait pilpres, Sudrajad menjawab kelompok teroris tidak suka dengan AS dan Australia serta sekutunya. "Dia juga tidak suka dengan pemerintah Indonesia karena akan menangkap mereka. Jadi tujuannya multidimensi dan ini yang harus diantisipasi," demikian Sudrajad.
(aan/)











































